Rabu, 06 Oktober 2010

Gulai Iga Kambing

Halo Pembaca :)
Resep ini kudapat dari tabloid Info Kuliner edisi September 2010 lalu (maaf lupa mencatat detil hingga ke no.edisinya....hehe).
Hihihi.....ada ceritanya lho bagaimana aku bisa dapatkan resep ini.... :)

Waktu lebaran lalu kami sekeluarga bersilaturahmi ke rumah mertua dari Kak Fe, kakak pertamaku. Setelah melewatkan beberapa jam asyik berbincang bersama, Bang Rey, kakak iparku (suami kakakku) yang kebetulan kala itu sedang tidak enak badan, mendadak ada urusan di luar yang harus segera ia tangani saat itu juga. Lantas, ia minta tolong suamiku untuk mengantarkannya sebentar.

Ya sudah deh Pembaca.....sambil menunggu Abi mengantarkan kakak iparku, aku menghabiskan waktu   di ruang keluarga mereka. Naaah, di situlah aku melihat tabloid Info Kuliner ini tergeletak dengan manisnya !! Olalaaa....senangnya hatiku :) *mirip anak kecil nemu mainan...hihihi*

Aku asyik terbenam membaca satu per satu aneka resep yang tersaji di dalamnya. Dan, kalau ada resep yang menarik langsung deh aku ambil hp trus kuketik & kusimpan resep itu di hapeku...... *hihihi...tradisional banget ya caranya ????*

Lhaaa...ngapain repot2....kan ada GOOGLE ????
Hehehe....ga tau tuh kenapa, rasanya puas aja melakukan pencarian - pencarian seperti itu, terus ketika menemukan yang cocok, seneng aja mengetiknya di hape ato bahkan mencatatnya secara tradisional di BUKU TULIS !!!! Hare gene masih nyatet pake buku tulis ????!! Ya ampyuuuuun djadoelnya dirikyuuuuuuu..... hihihi

Gapapa deh, yang penting kan ada hasilnya toh ? hihi...

Nah ini dia kita simak bareng - bareng yuk resepnya.....Seperti biasa, di beberapa bagian ada yang kumodifikasi.....

Bagi yang berminat silakan ikut mencoba resepnya yaa......

GULAI IGA KAMBING
Untuk : 5 porsi

Bahan : 
1 kg tulang iga kambing dan daging, potong kecil - kecil 
3 butir cengkeh
5 cm kayu manis
2 butir kapulaga
1 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk
1 cm lengkuas, memarkan
1 cm jahe, memarkan
1 liter santan encer (aku pakai hanya 700 cc santan encer lalu aku tambahkan 300 cc air kaldu sisa merebus tulang iga)
1 sdm bumbu gulai instan (optional aja, kebetulan di rumah ada stok bumbu itu, merk Indofood)
4 sdm minyak goreng untuk menumis bumbu
Garam (sesuai selera)
Gula pasir (sesuai selera)

Bumbu Halus : 
8 buah cabe merah
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri
2 sdt ketumbar
1 sdt merica butiran (aku pake merica bubuk)
1/2 sdt jintan (aku ga pake)
1 cm kunyit

Cara Membuat : 
  • Cuci bersih tulang iga, masak dengan panci presto masak hingga tulang iga benar - benar empuk (sekitar 30 menit dari sejak panci berdesis). Kalo ga ada panci presto, rebus saja dengan panci biasa, rebus hingga empuk (biasanya butuh waktu lebih lama dari panci presto).
  • Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama bumbu gulai instan (kalau pakai) hingga harum, tambahkan cengkeh, kayu manis, kapulaga. Masak hingga bumbu matang.
  • Masukkan iga kambing, aduk hingga bumbu meresap, tuang air kaldu dan santan encer ke dalamnya. Tambahkan serai, daun jeruk, garam dan gula pasir. Masak dengan api kecil hingga mendidih. Masak hingga berminyak.Tes rasa. Angkat.
  • Sajikan selagi hangat bersama pelengkap : krupuk udang, acar timun dan sambal.
Tanpa sedikitpun aroma "prengus" dari daging kambing :)




Berbagi info : 
Kita sering mendengar di dalam suatu resep menggunakan "santan encer" atau "santan kental". Apa sih perbedaannya ?
Nah aku dapat info ini dari buku seri masak Femina, PRIMARASA edisi Dapur Nusantara, di halaman paling belakang yaitu Pedoman Umum. Disimak bareng-bareng yuk :
"Santan kental adalah santan yang diperoleh dari perasaan 500 gr kelapa parut ditambah 120 ml air (untuk 250 ml santan). Sementara itu santan encer adalah santan yang diperoleh dari perasan berikutnya setelah santan kental dengan menambahkan air sedikit demi sedikit sampai diperoleh jumlah santan 1.000 ml"

Semoga berguna ya :)








Selasa, 05 Oktober 2010

Brongkos

Di hari Sabtu pagi beberapa waktu yang lalu, kebetulan aku melihat pada salah satu stasiun tv,  Farah Quinn bersama seorang ibu sedang menyiapkan hidangan Brongkos, masakan khas dari Yogyakarta yang hampir mirip dengan Rawon hanya kalau pada Brongkos diberi santan sementara Rawon tidak pakai santan. Wuiiihh, jadi latah deh pingin ikutan masak Brongkos juga untuk menu maksi.......
Berhubung aku tidak nonton acaranya sedari awal, jadi ga sempat deh nyatat bumbu2nya :(


Ga masalah, kan ada Google...bukan begitu bukan?? .... :-) hihihihihi....


Akhirnya aku browsing sebentar di inet, dan lagi - lagi mampir ke blognya Dapur Mlandhing tuk lihat resep Brongkosnya * hehehe...Makasih ya Mba tuk resepnya :)*


Seperti biasa resepnya ada yang kumodifikasi sedikit ya, kutambahkan ketumbar dan kemiri.


Mau ikut uji coba resepnya ?


Hayuuk deh disimak aja resep berikut ini........


BRONGKOS


Bahan : 
500 gr tetelan sapi (kali ini aku pake sandung lamur)
5 tahu berkulit, potong diagonal
100 gr melinjo yang masih berkulit (kebetulan aku ga pake)
250 gr kacang tholo
1 liter santan
3 lembar daun salam
2 cm lengkuas
2 batang sereh
5 lembar daun jeruk purut
10 - 15 cabe rawit merah


Haluskan : 
3 buah kluwak, ambil dagingnya (pilih yang tidak berbau dan tidak pahit ya), tumis.
5 cabe merah
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdm ketumbar (resep asli ga pake)
3 butir kemiri, sangrai (versi asli ga pake)
Garam (sesuai selera)


Cara Membuat : 


  • Rendam kacang tholo semalaman, lalu tiriskan. (aku ga sempat rendam semalaman, jadi setelah kucuci bersih, kacang tholo kurebus hingga empuk)
  • Rebus tetelan sapi / sandung lamur hingga empuk, angkat.  Masukkan kacang tholo dan tahu dalam panci berisi air rebusan tetelan sapi / sandung lamur, aduk sebentar saja kemudian matikan api, sisihkan. Sementara itu iris daging tetelan sapi / sandung lamur kecil -kecil.
  • Tumis bumbu halus hingga harum baunya, tambahkan daun salam, laos, sereh, dan daun jeruk purut.
  • Masukkan kembali irisan daging ke dalam panci yang telah berisi tahu dan kacang tholo,  masukkan bumbu tumis ke dalamnya. Lalu didihkan.
  • Tambahkan santan, cabe rawit merah utuh dan biji melinjo. Lalu didihkan kembali. 
  • Sajikan




Cerita di Balik Layar : 
SERU !!!
Karena ini adalah kali pertamaku berurusan dengan yang namanya "KLUWAK".
Jujur, selama ini aku tinggal terima jadi aja dari si Mbak, alias si Mbak yang buka kulitnya lalu tinggal aku olah. Dan berhubung kali ini si Mbak masih juga mudik *naga-naganya ga balik lagi deh, mungkin kapok ya disuruh bukain kulit kluwak ???? hihihihi*, mau tak mau aku mesti berjuang sendiri.....


Baru nyadar, bahwa yang namanya kulit kluwak itu kerasnyaaaaaaaa amit - amit !
Beragam cara aku gunakan demi membuka  itu kulit, bahkan cara terbodoh sekalipun yakni dengan  mencoba menjepitkan kluwak pada lemari dapur !!!!! Kwak wawwww.....UDAH PASTI GAGAL LAH !!! *bodoh banget ya aku ini* hihihi........ (jangan tiru ya !)
Hingga...... akhirnya aku menemukan satu cara jitu, yakni menggunakan bantuan senjata perang : ULEKAN ! AHAA !! *seketika berasa jadi orang jenius* 


Hohohoho........


Berhasilkah ????


Kita simak ya strategiku........ hihihihi...
Pertama, kluwak aku pegang erat di atas "meja" dapur (meja dapur di rumahku adalah meja yang terbuat dari semen, batu bata dilapis keramik)
Lalu kluwak kupukuli dengan ulekan itu .
"CETHAK ! CETHOK ! DHOGG !! DHUOGG !! DHUOGGGG !!"
(Eh, sumpah ! suaranya mirip banget ama suara bapak tukang bangunan yang lagi mukulin tembok pakai palu itu lhoo)
Dan Kluwak pun tetap pada bentuknya semula. TAK MENUNJUKKAN SEDIKITPUN TANDA2 PERUBAHAN. *krik..krik..krik...krik*


"CETHAK ! CETHOK ! DHUOGG !!! DHUOGGG !!! DHUOGGG !!!"
CETHAK ! CETHOK ! DHUOGG !!! DHUOGGG !!! DHUOGGG !!!"
CETHAK ! CETHOK ! DHUOGG !!! DHUOGGG !!! DHUOGGG !!!"
CETHAK ! CETHOK ! DHUOGG !!! DHUOGGG !!! DHUOGGG !!!"
CETHAK ! CETHOK ! DHUOGG !!! DHUOGGG !!! DHUOGGG !!!"
dan....
"AUWWWWWWWWWWWWWW !!!!"
(naaaaaaaaaaa, yang paling akhir adalah jerit histerisku gara-gara itu ulekan nyasar mendarat empuk di telunjuk) gyhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!!!!


Celakanya....sambil meringis manis, kulihat kulit kluwak itu hanya terbuka dikiiiiiiiiiiiit banget !!
*gyhaaaaaaa, itu kluwak, kluwak apaan sehhh ???? Ngeledek banget ! awwasss....gue rebus elo entar !!* (esmosiku mendadak naik beberapa oktaf) hihihihi


Setelah beberapa menit berlalu.....itupun setelah dibantu doa restu Mama yang sempat terbangun dari istirahatnya lalu kubujuk rayu agar mau pula turut mendoakan perjuangan putrinya melawan kluwak *halah*
Akhirnya ......AKU BERHASIL !!!!!! Alhamdulillah.....Kulit kluwak itupun pecah dan menampakkan dagingnya yang berwarna hitam legam itu. I DID IT !! I DID IT !! 


Eittttssss ITU BARU SATU KLUWAK, Jeng !
Sementara, masih ada beberapa kluwak lagi yang menunggu dengan manis dalam kantong plastik.
hhhhmmmmmppppphhhfff.........


Singkat cerita.......
Akhirnya sekitar 8 kluwak berhasil aku buka kulit dan kukeluarkan dagingnya. Tapi, berhubung 3 kluwak berbau busuk dan berasa pahit maka tak jadi kumasukkan nominasi. Hanya 5 kluwak saja yang kusertakan dalam brongkosku..... *sayang kalo hanya dipakai 3 sesuai anjuran resep,  kalo mengingat telunjukku yang malang* hikx...hikx...hikx
***


Jadi gitu deh Pembaca, cerita di balik layar pembuatan brongkos ini.....
Pesan moral yang kudapat dari pengalaman berharga ini adalah : 
"Kalo suatu saat belanja ke Supermarket, jangan lupa ya  tanyakan info tentang keberadaan "BUBUK KLUWAK ATO KLUWAK SIAP PAKAI" biar ga perlu repot - repot kayak gitu lagi.... ihihihihihihi..... :D *tertawa garing*

Senin, 04 Oktober 2010

Oseng Putren Telur Puyuh

Resep kali ini kudapat dari Tabloid Nova. Seperti biasa, ada yang kumodifikasi ya....
Langsung aja ya disimak :)


OSENG PUTREN TELUR PUYUH
Untuk : 6 orang


Bahan : 
250 gr jagung putren, iris serong
15 butir telur puyuh, (jangan lupa dibersihkan, kalo perlu disikat satu persatu ya...) rebus, kupas
5 cabe hijau, iris serong (kebetulan habis, jadi kuganti dengan cabe merah aja ya)
100 gr cuciwis (resep asli ga pake)
5 buah bakso ikan, iris-iris (versi asli ga pake)
Garam (sesuai selera)
Gula pasir (sesuai selera)
2 cm laos, memarkan
1 lembar daun salam
Air secukupnya
2 sdm minyak goreng


Haluskan : 
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 butir kemiri
1 sdt garam


Cara Membuat : 


  • Tumis bumbu halus, laos, dan daun salam hingga harum.
  • Masukkan jagung putren, dan cuciwis aduk hingga agak layu, lalu tuang air secukupnya. Masak hingga 1/2 matang. Tambahkan gula pasir.
  • Masukkan cabe merah / cabe hijau, telur puyuh dan bakso ikan. Aduk - aduk hingga bumbu matang dan meresap





Semur Gurame

Ceritanya, kebetulan waktu itu di kulkas kami ada stok ikan gurame. Sempet agak bingung juga awalnya mau dimasak apa ya ? Beberapa waktu lalu udah pernah nyobain masak Gurame Duo Selera, trus Gurame Acar Kuning juga udah....hmmm..... dan waktu kutanya Mama mau dimasak apa guramenya ? Mama pesan : "dimasak semur aja karena Papa paling suka gurame yang dikuah semur". 
Dan sebenarnya pada resep Gurame Duo Selera, juga pake kuah semur sih....tapi, kali ini lagi pingin aja nyobain resep versi lain. 

Akhirnya aku browsing inet dulu supaya dapet resep yang pas. Trus berkunjung lagi deh ke blognya Dapur Mlandhing. Alhamdulillah, kok ya bisa pas :) di blog itu kebetulan banget ada resep "Semur Bandeng" hihihi....diganti aja si bandeng dengan ikan gurame jadi deh "Semur Gurame" !!

Oke Mam.....Siap ! :) *hihihi....padahal resepnya boleh nyontek ya :)*

Hayuuk deh kita masak bersama ....... Seperti biasa, dari resep versi asli ada yang sedikit kumodifikasi ya supaya lebih pas dengan selera keluarga :)

SEMUR GURAME

Bahan : 

  • 500 gr ikan gurame segar, siangi
  • 100 gr sohun, rendam air, tiriskan (aku pake 50 gr aja), rendam air, tiriskan
  • 1 buah tomat, cuci bersih, buang bijinya, belah 4
  • 5 sdm kecap manis
  • Garam (sesuai selera yaaa...)
  • Gula pasir (sesuai selera juga yaaa)
  • 500 ml air
  • Minyak goreng

Bumbu Halus : 

  • 3 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1/2 sdt lada
  • 1/4 sdt pala

Cara Membuat : 
  • Cuci bersih ikan gurame. Potong - potong melintang. Taburi sedikit garam dan biarkan meresap. Lalu goreng dalam minyak panas hingga kecokelatan. Tiriskan.
  • Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan garam, gula pasir, tomat, kecap manis. Aduk hingga tomat layu. Tambahkan air, biarkan hingga mendidih. 
  • Masukkan ikan gurame goreng dan sohun, aduk rata. Tak perlu lama-lama, cukup hingga bandeng terlumuri air semur.
  • Matikan api. Sajikan.

Tips dan Trik dari Dapur Mlandhing : 

  • Goreng bandeng dalam minyak yang benar-benar panas. Jangan membalikkannya terlalu cepat,   biarkan agak kering baru dibalik agar bandeng tidak lengket dan tidak hancur.


  • Ketika memasukkan kecap jangan langsung di bahan yang ada, tapi coba dialirkan di pinggiran wajannya terlebih dahulu. Cara ini akan membuat kecap jadi karamel terlebih dahulu. Rasanya jadi lebih nikmat.











  • Minggu, 03 Oktober 2010

    Sup Cuciwis Bakso Ikan

    Bikin sup ini karena terinspirasi *halah kayak mau ngarang novel aja ya* resep "Sup Bokcoy Ayam" dari buku 100 Resep Hidangan Organik Sehat & Bergizi karangan Ibu Tuti Soenardi.


    Maksud terinspirasi di sini adalah ketika lihat - lihat isi kulkas terus bingung mau masak apa...ya udah deh aku buka aja buku hadiah lebaranku dari Abi, sang suami tercintah *makasih Abi sayaaang......cuwit cuwiiit*. Salah satu resep masakan dengan penggunaan bahan - bahan yang paling sesuai dengan stok yang ada di kulkas waktu itu, yaa masakan ini :)

    Ya udah akhirnya aku masak aja deh hidangan ini sebagai teman Ayam Bakar Kemiri.... *nyambung ga ya ? nyambung ga nyambung pokoknya harus nyambung ! hihihi maksa.com*

    Yuuuukkkkss kita mulai masak aja.... seperti biasa ada beberapa bagian yang kumodifikasi ya....

    SUP CUCIWIS BAKSO IKAN
    Untuk : 5 porsi

    Bahan : 
    1 liter kaldu (aku pake air biasa aja)
    5 buah bakso ikan, potong - potong (di resep asli pake 100 gr daging ayam, iris kecil)
    2 sdm irisan daun bawang
    1 sdm minyak, untuk menumis
    1 sdm irisan bawang putih
    1 iris kecil jahe (aku ga pake)
    150 gr cuciwis (resep asli pake bokcoy)
    Garam (secukupnya)
    Merica bubuk (secukupnya)
    1/2 sdt minyak wijen
    1 sdt kecap ikan
    50 gr sohun, rendam air panas sebentar saja, tiriskan (resep asli pake 10 gr suun, aku pake agak banyak karena Papa paling suka sohun)

    Cara Membuat : 
    • Panaskan minyak, tumis bawang putih, jahe (kalau pakai) dan daun bawang hingga harum, sisihkan.
    • Rebus kaldu (air) hingga mendidih, masukkan bakso ikan (daging ayam), bumbu tumisan dan jahe.
    • Setelah mendidih masukkan cuciwis (bokcoy), beri garam, merica, minyak wijen, kecap ikan dan sohun. Masak sebentar. Tes rasa. Angkat.
    • Sajikan


    Ayam Bakar Kemiri

    Masakan ini terhidang waktu bulan puasa kemarin...hehe...maaf, lagi - lagi baru sempet posting sekarang :(

    Resepnya didapat dari tabloid Saji, edisi 188/ th. VII/ 18-24 Agustus 2010.

    Di resep, aslinya sih menggunakan 1 ekor ayam bekakak ato 1 ekor ayam yang dibelah melebar tapi tidak putus. Naaaaah, berhubung aku lupa pesan ke si mbak waktu beli di pasar, ayamnya udah telanjur dibelah - belah deh sama si abang....
    Ya udah gpp, malah lebih gampang bukan menyantapnya ? hehe....

    Disimak ya resepnya .....

    AYAM BAKAR KEMIRI
    Untuk : 6 porsi

    Bahan : 
    1 ekor ayam, dibelah melebar tidak putus (aku pake ayam yang dipotong2 )
    3 batang serai, memarkan
    1 lembar daun salam
    2 cm lengkuas, memarkan
    500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
    Garam (sesukupnya)
    2 sdm gula merah sisir
    1 sdm air asam jawa dari 1 sdt asam jawa dan 2 sdm air, dilarutkan

    Bumbu Halus : 
    6 siung bawang merah
    3 siung bawang putih
    5 buah cabe merah keriting
    6 butir kemiri, sangrai
    1/2 sdm ketumbar
    2 cm jahe
    1/2 sdt terasi goreng

    Bahan Pelengkap :
    Sambal
    1 buah ketimun, cuci bersih, potong - potong
    4 tangkai daun kemangi
    4 lembar kol
    2 tangkai selada

    Cara Membuat :
    • Rebus santan, bumbu halus, serai, daun salam dan lengkuas hingga mendidih dan harum.(ato bisa juga dengan cara menumis bumbu halusnya dulu hingga harum. Lalu masukkan serai, daun salam dan lengkuas. Trus tuangi santan. Biarkan hingga mendidih)
    • Masukkan ayam, garam, gula merah dan air asam jawa. Masak hingga meresap dan kuah kental.
    • Panggang ayam sambil dioles sisa bumbu hingga kecokelatan.
    • Sajikan bersama pelengkap dan sisa kuah.
    Ayam Bakar Kemiri ala DapurCalista dengan pelengkap : seadanya bahan di rumah :))






    Jumat, 01 Oktober 2010

    Nasi Tim Daging Sapi Cincang

    Waktu Mama sakit beberapa waktu lalu (Alhamdulillah sekarang udah sembuh), Mama sempet kepingin makan Nasi Tim. 
    Jreng...Jreng ! 
    Berarti aku harus bisa bikinin Mama Nasi Tim !!

    Keingetan waktu kecil dulu, aku tuh paaaaaaling susah makan. Jadi Mama mesti kreatif tiap hari mengganti menu supaya Calista kecil mau makan. Dan salah satu menu yang paling aku suka, adalah kalo Mama bikinkan aku Nasi Tim !
    Sampe sekarang, Mama masih punya tuh mangkok stainless-steel yang jaman baheula suka dipake untuk bikinkan nasi tim. *heran deh sama produk2 jadul, kok awet banget ya ga rusak2 ???*

    Nah, karena mangkok udah tersedia...hmmm, jadi makin terpacu nih untuk gantian bikinkan Mama Nasi Tim. Berhubung Mama, sebagai narasumber, lagi ga bisa ditanya-tanya (takut malah nambahi sakitnya)...ya udah aku hunting resep Nasi Tim dari tabloid dan buku resep aja deh. Semoga cocok dengan selera Mama ya :)

    Untuk resep nasi tim aku ambil dari tabloid Saji edisi 186/ th.VII/ 4-10 Agustus 2010 dari judul asli : Nasi Tim  Tomat Jamur. Tapi ada bagian dari resep ini yang kumodif, terutama sekali pada bahan dasarnya. Kalo di resep asli, nasi timnya kan berbahan dasar beras mentah....naaah, berhubung di rumah udah telanjur masak nasi...ya udah deh, pake nasi jadi aja ya :) Sebenernya sih lebih enak dari beras mentah yang diolah jadi nasi tim ya ketimbang dari nasi jadi...tapi, sayang kan masih banyak nasi di rumah...hehehe.... 
    Terus untuk resep Kuah Nasi Tim, aku ambil dari buku 100 Resep Hidangan Organik Sehat & Bergizi, karangan Tuti Soenardi.

    Langsung yuk kita olah........

    (aku tulis resep yang hasil modifikasi aku dulu ya.....resep aslinya kucantumin setelah resep modifku ini)
    NASI TIM DAGING SAPI CINCANG
    Untuk : 4 porsi

    Bahan : 
    4 mangkok nasi putih (maaf, lupa nimbang, jadi ga bisa nyantumin ukuran gramnya)

    Bahan Tumisan : 
    150 gr daging sapi cincang
    100 gr jamur kancing, bersihkan, lalu rebus dulu hingga matang kemudian iris tipis
    4 siung bawang putih, cincang halus
    1/2 buah bawang bombay cincang (bisa di skip, aku pake bawang bombay krn sekalian ngabisin si bombay aja kok)
    1 sdm kecap manis
    1 sdt kecap asin
    1 sdm saus tiram
    1/2 sdt garam (sesuai selera)
    1/2 sdt merica bubuk (sesuai selera)
    Gula pasir (sesuai selera, sebagai pengganti penyedap rasa)
    1/2 batang daun bawang, cuci bersih, ambil bagian hijaunya, iris halus (kalo ga pake bawang bombay, gunakan 1 batang daun bawang yaaaa, atau sesuai selera Pembaca aja deh)
    150 ml air
    1 sdt minyak wijen
    2 sdm minyak untuk menumis

    Cara Membuat : 
    • Tumisan : panaskan minyak goreng. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Tambahkan minyak wijen. Masukkan daging cincang. Aduk hingga berubah warna. Tambahkan jamur kancing. Aduk rata.
    • Masukkan kecap manis, kecap asin, saus tiram, garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata. Tuang air. Masak hingga matang dan meresap. Tambahkan daun bawang. Aduk rata. Tes rasa. Lalu masih di dalam wajan, bagilah tumisan jadi 4 bagian..
    • Sendokkan 1 bagian tumisan dalam 1 mangkok tahan panas kecil. Masukkan nasi sambil ditekan-tekan hingga penuh. Lakukan hingga semua bahan habis. Tuangi nasi dengan 50 ml kuah kaldu (resepnya di bawah ya).
    • Kukus kurleb 15 menit saja  di atas api sedang (karena semua bahannya kan sudah matang).
    • Angkat, lalu letakkan di piring saji dengan cara dibalik. Angkat mangkok perlahan. Sajikan.
    Bahan Kuah Kaldu :
    100 ml kaldu (aku pake air biasa)
    2 sdm bawang merah goreng
    2 sdm bawang putih goreng
    2 sdm irisan daun bawang
    100 gr bokcoy, potong kecil
    Garam dan merica (secukupnya)

    Cara Membuat Kuah kaldu : 
    Rebus kaldu / air bersama bokcoy, daun bawang, bawang merah dan bawang putih goreng.
    Setelah mendidih, angkat dan sisihkan.

    Nasi Tim spesial untuk Mama... Alhamdulillah Mama sukaaaaaa banget :)
    Porsinya agak banyak, tapi bisa habis oleh Mama.


    Naah..berikut ini kucantumin resep versi aslinya ya Pembaca....
    silakan disimak juga ....

    NASI TIM TOMAT JAMUR
    (diambil dari tabloid Saji edisi 186/ th. VII/ 4-10 Agustus 2010)

    Untuk : 4 porsi

    Bahan Nasi : 
    200 gr beras
    250 ml air
    300 ml tomat blender dari 2 buah tomat dan 250 ml air
    1 lembar daun salam
    1/2 sdt garam

    Bahan Tumisan :
    150 gr paha ayam fillet, dipotong kotak 1x1 cm
    100 gr jamur kancing, diiris tipis
    4 siung bawang putih, cincang halus
    1 sdm kecap manis
    1 sdt kecap asin
    1/2 sdm saus tiram
    1/2 sdt garam
    1/2 sdt merica bubuk
    1 batang daun bawang, diiris halus
    150 ml air
    2 sdm minyak untuk menumis

    Cara Membuat : 

    • Rebus air, tomat blender, daun salam, dan garam hingga mendidih. Masukkan beras. Aduk rata. Masak sambil diaduk hingga meresap. Angkat dan sisihkan.
    • Tumisan : panaskan minyak. Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan ayam fillet. Aduk hingga berubah warna. Tambahkan jamur kancing. Aduk rata.
    • Masukkan kecap manis, kecap asin, saus tiram, garam, dan merica bubuk. Aduk rata. Tuang air. Masak hingga matang dan meresap. Tambahkan daun bawang . Aduk rata.
    • Sendokkan tumisan dalam pinggan tahan panas kecil. Tambahkan nasi.
    • Kukus 50 menit di atas api sedang hingga matang.
    Aku lihat gambarnya di tabloid sih looks yummy :) nasinya tampak berwarna kemerahan (karena pake air tomat ya) hmmm..lezat dan bergizi !
    Next time, aku harus coba versi ini........

    Nah, sekarang terserah Pembaca ya mau coba versi mana :)
    Met mencoba ya........