Kamis, 14 Oktober 2010

Brambang Asem

Hidangan ini adalah tradisional khas Solo. Aku buat spesial untuk Mama tercinta yang asli Solo, yang sudah lama ingin sekali menyantap hidangan satu ini. Dulu, Mama kerap membelinya dari mbok2 penjual yang biasa mangkal di depan SMA Mama di Solo ketika itu. 

Kata Mama, Brambang Asem ini dijual dalam bentuk pincuk (beralas daun pisang). Aslinya, penganan ini berupa daun ubi yang direbus lantas disiram dengan saus bumbu rujak (gula, asem, bawang merah, garam).

Saat ini, Brambang Asem biasanya dijual di pinggiran jalan atau di pasar tradisional. Meskipun kini di kedua tempat tersebut penjual brambang asem bisa dibilang langka alias sulit dijumpai. Salah satu yang masih bertahan adalah si mbok penjual brambang asam yang ada di Pasar Gede, Solo. Untuk sepincuk brambang asam dihargai cukup Rp 2000,00 saja. (dari detikfood)

Nah, kali ini aku ingin deh mencoba membuatnya untuk Mama. Berhubung agak sulit mencari daun ubi, maka Brambang Asem versi DapurCalista kali ini menggunakan kangkung aja yaa...

Untuk resepnya, aku intip dari Dapur Mlandhing.

Cobain yuk......

BRAMBANG ASEM




BAHAN:

2 ikat Daun ubi jalar muda, siangi (versiku memakai 2 ikat kangkung)

BUMBU dihaluskan:

1/4 kg gula merah
5-7 bh cabai rawit merah
1 sdm terasi bakar
3 bh bawang merah, tusuk dengan lidi, bakar.
1 sdt teh asam jawa, buang bijinya
Garam secukupnya


CARA MEMBUAT:



  • Didihkan air. Masukkan daun ubi jalar / kangkung yang telah disiangi. Jangan terlalu matang (lonyot).




  • Haluskan semua bumbu, hingga jadi semacam bumbu rujak buah.




  • Sajikan daun ubi muda / kangkung yang telah direbus, bubuhi dengan bumbu brambang asem di atasnya.




  • Aslinya, disajikan dengan Tempe Gembus (tempe dari ampas tahu),  karena ga ada,
    jadi  tempe gembusnya diganti aja ya dengan karak/ krupuk gendhar..hehe. 
    Wah, Mama sampai berkali - kali tambah ! Buatanku memang jauuuh banget dari bikinannya Mbok2....tentunya jauuuh lebih enak versi asli dari Solo..tapi lumayan paling enggak sedikit bisa memuaskan kangennya Mama...



    Orek Tempe

    Tempe, penganan yang merupakan hasil fermentasi dengan jamur Rhizophus oligosporus ini enak diolah sebagai hidangan apa saja baik itu berkuah, tumis atau digoreng. Awalnya, tempe ini banyak diproduksi di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun kini bahan makanan khas ini dapat ditemukan di hampir seluruh daerah di Indonesia. Bentuknya pun beragam, ada yang persegi panjang dan besar dalam bungkus daun pisang / plastik, ada juga yang kotak panjang. Ada yang dibungkus daun berbentuk segitiga atau persegi panjang kecil. Bahkan tersedia juga tempe yang berbentuk lembaran tipis khusus untuk tempe mendoan. 

    Tempe yang kualitasnya baik, berwarna putih bersih, kapangnya merata di seluruh permukaan tempe, butiran kedelainya utuh, besar - besar, dan tidak tampak campuran bahan lain seperti jagung.  Dibandingkan dengan tahu, daya tahan tempe relatif lebih singkat. Untuk memperpanjang masa pakainya (sekitar 3 - 4 hari), jangan buka tempe dari bungkusnya (plastik / daun pisang) dan simpan tempe dalam lemari es. (dari PRIMARASA Dapur Nusantara, Seri Masak Femina, Hidangan Tahu, Tempe & Telur, Penerbit : Gaya Favorit Press)

    Kali ini, aku akan mengolah tempe menjadi hidangan : Orek Tempe !
    Resepnya kuintip dari blognya sahabatku tercinta, Nyutty, lalu seperti biasa kumodifikasi di beberapa bagian, bukan berarti resep sahabatku itu ga enak lhooo.....resepnya pawonomah sih udah jaminan mutu banget !! SUERRR !!
    Resepnya kumodifikasi supaya lebih sesuai aja dengan selera keluargaku......
    Resep versi Nyutty kan pedas, naahhh berhubung keluargaku, terutama Papa kurang suka pedas, makanya pemakaian cabe rawit aku skip deh....

    Yuk deh kita olah bersama - sama......

    OREK TEMPE / TEMPE OREK / TUMIS TEMPE

    Bahan : 

    • 1 papan tempe, potong sesuai selera
    • Garam (secukupnya) dan air (secukupnya) untuk merendam tempe
    • 2 lmbr daun jeruk (aku pakai 4 lembar daun jeruk lalu kuiris halus, sesuai saran Nyutty supaya lebih endang gurindang !)
    • 1 lmbr daun salam
    • 3 cm lengkuas, memarkan

    Bumbu bisa diiris tipis/dihaluskan (versiku, kuhaluskan) :

    • 6 siung bawang merah
    • 8 siung bawang putih
    • 3 bh cabe merah besar (aku pake cabe merah keriting tapi bijinya kubuang dulu baru kuhaluskan bersama bawang merah & bawang putih)
    • 7 bh cabe rawit kecil (aku skip, aku ganti dengan 5 buah cabe merah besar yang kuiris)
    • 1 sdm gula merah
    • 1 sdm air asam jawa
    • 5 sdm kecap manis (bisa dikurangi/ditambah sesuai selera ajah)
    • garam secukupnya
    • Sedikit air untuk meresapkan bumbu kedalam tempe (aku gunakan kurleb 50 - 100 ml air, tuangkan dulu kurleb 50 ml air, jika dirasa masih kurang bisa dituangkan hingga 100 ml air)

    Cara membuat:


    • Rendam sebentar tempe ke dalam air garam, goreng hingga setengah matang. Tiriskan
    • Tumis bumbu, cabe merah iris (kalau pakai), daun jeruk, daun salam & lengkuas kecuali gula merah, air asam & kecap. Tumis hingga harum. Masukkan kecap manis, aduk sebentar
    • Tambahkan irisan tempe goreng, gula merah & air asam. Aduk hingga tercampur rata.
    • Tambahkan sedikit air, biarkan mendidih, air menyusut & bumbu meresap kedalam tempe.
    • Angkat, sajikan dengan nasi & sayur kesukaan keluarga.


    Selamat mencoba yaaa.....



    Selasa, 12 Oktober 2010

    Rawon Ebi Cabai Rawit





    Ini adalah modifikasi dari resep asli berjudul Rawon Iga Cabai Rawit, dari tabloid Saji edisi 186/ th.VI/ 4-10 Agustus 2010. Halah, sebenarnya hanya kumodifikasi sedikit aja kok, kuberi tambahan 1 sdm ebi sangrai lalu kutumbuk. huehehe......simpel kan ? 


    Langsung aja ya kita simak bersama resepnya.....


    RAWON EBI CABAI RAWIT 
    Untuk : 5 porsi


    Bahan :
    1 kg iga sapi, dipotong - potong (aku pakai lemusir, bagian daging yang tidak berurat, dengan sedikit lemak)
    2 cm lengkuas, memarkan
    12 lembar daun jeruk, buang tulangnya
    3 batang serai, memarkan
    3 cm jahe, memarkan
    8 buah cabai rawit merah, memarkan (kubiarkan utuh saja)
    5 sdt garam (sesuai selera)
    1 sdm gula merah
    2.500 ml air
    3 sdm minyak untuk menumis
    1 sdm ebi, sangrai, lalu tumbuk (versiku)


    Bumbu Halus : 
    8 buah kluwak, diseduh, ditiriskan
    12 siung bawang merah
    4 siung bawang putih
    5 butir kemiri, sangrai
    1 sdt ketumbar
    1 cm kunyit, dibakar
    5 buah cabe merah keriting, buang biji (versi asli ga pake)


    Bahan Pelengkap : 
    Sambal terasi
    50 gr taoge
    5 butir telur asin


    Cara Membuat : 
    • Rebus iga / daging dengan air hingga empuk. (aku gunakan panci presto, dengan waktu 30 menit dari sejak panci berdesis). Ukur 2.200 ml kaldunya. Jika memakai daging, angkat dulu daging lalu potong-potong sesuai selera. Didihkan lagi air bersama iga/ potongan daging.
    • Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, ebi tumbuk,  lengkuas, daun jeruk, serai dan jahe hingga harum.
    • Tuang ke dalam rebusan daging / iga. Tambahkan cabai rawit merah, garam dan gula merah. Aduk rata. Masak hingga matang. Tes rasa. Angkat.
    • Sajikan rawon bersama pelengkap dan sambal terasi.
    SAMBAL TERASI
    Bahan : 
    10 buah cabai merah keriting
    2 siung bawang putih
    5 buah cabai rawit merah
    1 sdt terasi, digoreng
    1/4 sdt garam
    1/4 sdt gula pasir

    Cara Membuat : 
    Ulek semua bahan sambal hingga halus.
    Letakkan di mangkuk saji.
    Sajikan sebagai pelengkap rawon.






    C e r i t a  d i  b a l i k  l a y a r : 
    AHA !!
    Ketemu  lagi sama yang namanya : K L U W A K !!
    Pembaca masih ingat kan cerita di balik layarku waktu membuat Brongkos ?
    Naaaahhhhh.........
    Enggak tahu deh aku habis minum vitamin apa pagi itu, kok tiba-tiba jadi kreatip begitu...hihihi.... *aku sendiri kagum kok, tumben2an IQku naik !* hihihi 


    Waktu mau membuka kulit kluwak ini (tentu saja dengan sebuah ulekan sudah siap tergenggam di tangan kanan), tiba-tiba kepikiran untuk membungkusnya dulu dengan kain serbet ! 


    Hasilnya ???
    Enggak pake lama, enggak pake berisik, enggak pake kecelakaan kerja (ulekan menimpa telunjuk), dan...VOILA !
    KRAKK !!
    Kulit kluwak langsung pecah hanya dengan sekali pukulan ulekanku........ YESS !! BERHASIL hihihihihi......


    Guess what ?
    Aku langsung ketagihan deh bukain kulit kluwak....*lagi norak*
    8 kluwak pun habis kubuka kulitnya dalam sekejap (ciyeh)


    Dan demikianlah...................berakhirlah sudah petualanganku menaklukan KLUWAK !! dan AKU MENANG !!!!! Yihaaaaaa.........
    *the end*


    Pelajaran moral kali ini :
    Kalo ke Supermarket, ga jadi deh cari info tentang bubuk kluwak ato kluwak instan siap pakai :) karena aku sudah mahir buka kulit kluwak mentah !!!
    hihihi *krik krik krik krik* (ketawa super garing)




    Telur Dadar Spesial

    Apa yang spesial dari telur dadar ini ?
    Hehe.......
    Ceritanya tuh, suatu siang aku berencana membuat martabak telur. Setelah berkutat 1 jam lamanya (maklum amatiran...hihihihi), ternyata : GAGAL bikin kulitnya !! hadooooohhhh................
    Aku  sebut gagal, karena antara kulit dan isi, setelah kugabung gak mau bersatu padu, malah jadi berantakan ga karuan.
    Kulitnya pun gak bisa setipis seperti martabak telur yang dijual di pinggir jalan itu.....eeerrrrggghhh...

    Untungnya, saat membuat kulit martabak yang gagal tersebut aku gunakan telur ayam. Jadi ga terlalu illfeel deh....coba kalo aku pakai telur bebek yang harga sebutirnya aja Rp 1.500 - Rp 2.000 perak itu.....bisa nangis-nangis bombay deh aku :( (iiiihhhh itungan amat sih !!)
    Hihihi....

    Sewaktu mencicip adonan isi martabak, sebenarnya bagiku cukup lezat sih *bagiku lhooooo*. That's why, aku keukeuh mau terus mengolah bahan-bahan yang udah 3/4 jadi itu. 
    Karena udah ngambek dengan yang namanya martabak, akhirnya aku ambil 2 butir telur bebek yang rencana awalnya mau kupakai sebagai campuran adonan martabak (phiuuuuuh untung ga jadi ya...), kupecahkan telur-telur itu, kukocok lepas lalu kucampurkan aja deh dengan isian martabak gagalku. Kembali saja ke selera asal : TELUR DADAR ! hahahahaha.....*gitu aja kok repot* hihihi

    Ternyata oh ternyata .........
    Keluargaku suka ! Terutama Papa. Menurut Papaku, rasanya mirip-mirip dengan telur dadar di rumah makan Padang itu. *emang iya gitu?*
    Olalalala.....selama ini aku memang hunting resep telur dadar sambo' yang terkenal itu. Lha kok ini tanpa sengaja malah menemukan resepnya, meski mirip - mirip tapi udah cukup senang kok karena  yang paling penting, pas dengan selera keluarga:)

    Resepnya aku ambil dari buku 250 Resep Sedap untuk Hari Istimewa dari Great! Kitchen. Resep asli berjudul Martabak Tahu kemudian kusulap menjadi : Telur Dadar Spesial..hehehe

    Mau ikut nyoba juga ?

    Silakan disimak resepnya yaa.....

    TELUR DADAR SPESIAL
    Untuk : 6 porsi

    Bahan : 
    2 butir telur bebek
    2 potong tahu putih, cincang kasar
    125 gr daging giling
    3 batang daun bawang, iris halus
    2 sdm minyak goreng untuk menumis
    1 sdt bumbu kari bubuk
    1/2 sdt merica bubuk
    4 siung bawang putih, haluskan
    4 siung bawang merah, haluskan
    4 buah cabe hijau, iris halus (aku skip)
    150 ml air
    Garam (secukupnya)

    Cara Membuat : 
    • Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih halus hingga harum. Masukkan daging giling, aduk-aduk hingga daging berubah warna.
    • Masukkan bumbu kari dan merica bubuk, tuangkan air. Masak hingga bumbu meresap. Tambahkan tahu, daun bawang dan cabai hijau iris (kalau pakai), aduk rata. Setelah semua bahan matang, matikan apinya, sisihkan. 
    • Sementara itu, kocok lepas telur bebek.
    • Lalu masukkan tumisan daging ke dalam kocokan telur. Tambahkan garam. Lalu goreng hingga matang.Angkat lalu sajikan.



    Inilah dia penampakannya....... hehehe

    Oya, bagi Anda yang tertarik ingin membuat Martabak Tahu, ini aku cantumkan juga ya resepnya :)


    MARTABAK TAHU
    Untuk : 6 porsi

    Bahan Adonan Kulit : (ga tau kenapa, aku kok gagal ya ?)
    2 butir telur
    50 gr tepung terigu
    1/3 sdt merica bubuk
    500 cc air
    3 sdm minyak sayur atau mentega cair 
    Garam secukupnya

    Bahan Isi : 
    2 potong tahu putih, cincang kasar
    250 gr daging giling 
    3 batang daun bawang, iris halus
    2 sdm minyak goreng untuk menumis
    1 sdt bumbu kari bubuk
    1/2 sdt merica bubuk
    4 siung bawang putih,haluskan
    4 siung bawang merah, haluskan
    4 buah cabai hijau, iris halus

    Cara Membuat Isi : 
    • Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih halus hingga harum. Masukkan daging giling, aduk-aduk hingga daging berubah warna.
    • Masukkan bumbu kari dan merica bubuk, tuangkan air / kaldu. Masak hingga bumbu meresap. Tambahkan tahu, daun bawang, dan cabai hijau iris, aduk rata. Setelah semua bahan matang, matikan apinya, sisihkan. 
    Cara Membuat Martabak : 
    • Campur bahan untuk adonan dadar, aduk rata.
    • Panaskan wajan dadar (gunakan anti lengket), olesi sedikit minyak goreng. Masukkan 2-3 sdm adonan telur, buat dadar hingga matang, angkat.
    • Siapkan selembar dadar, beri bahan isi, kemudian lipat atau gulung sesuai selera. Kerjakan untuk sisa bahan lainnya.
    • Lumuri dengan telur kocok, kemudian goreng di atas api sedang hingga kulit kecokelatan. Angkat, tiriskan.
    • Sajikan bersama saus tomat atau saus sambal, sesuai selera.
    Selamat mencoba ya....semoga berhasil :)

    Senin, 11 Oktober 2010

    Pindang Bandeng

    Resep ini kudapat dari tabloid Nova edisi 1174/XXIII/ 23-29 Agustus 2010. Tentunya dengan modifikasi di beberapa bagian diantaranya seperti dengan mengganti ikan bandeng dengan bandeng presto siap goreng. Hehe....kebetulan Mama sering beli bandeng presto ini dari penjual keliling yang sering lewat depan rumah kami. 

    Sepertinya hidangan ini bisa jadi alternatif juga apabila mengalami titik jenuh terhadap versi ikan bandeng yang biasanya hanya digorang dan digoreng saja...hehehe *versi di rumahku sih..hihihi*

    Cobain deh....

    PINDANG BANDENG
    Untuk : 4 porsi

    Bahan : 
    • 1 kg ikan bandeng, cuci bersih, lalu potong jadi 2 bagian (aku menggunakan 1 kg bandeng presto siap goreng. Kupotong dulu jadi 2 bagian lalu kugoreng....tapi jangan sampai terlalu kering ya)
    • 3 lembar daun salam
    • 3 batang serai, memarkan
    • 1 cm lengkuas, memarkan
    • 1/4 sdt lada bubuk (sesuai selera)
    • 5 butir asam jawa (sesuai selera Pembaca aja ya...kalo aku sih berhubung tidak suka terlalu asam maka aku hanya pakai 1 butir asam jawa, kucairkan dulu dengan 5 sdm air, lalu kuambil air asam kurleb 1 sdm saja)
    • 2,5 sdm kecap manis
    • 1,5 sdt garam (sesuai selera)
    • 750 ml air (aku hanya pakai 500 ml)
    • 10 buah cabe rawit merah, potong serong (kubiarkan utuh)
    • 2 buah cabe merah besar, potong serong (versiku, kuuleg bersama bumbu halus)
    • 1 buah tomat, buang biji, lalu potong- potong
    • 2 sdm minyak untuk menumis
    Bumbu Halus : 
    (sangrai dulu bersama2, kemudian baru dihaluskan)
    • 1 cm jahe, sangrai
    • 5 siung bawang putih, sangrai
    • 6 siung bawang merah, sangrai
    • 1 cm kunyit, sangrai
    • 5 butir kemiri, sangrai
    • 2 buah cabe merah, sangrai (versi asli dipotong2 serong)
    Cara Membuat : 
    • Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, serai dan lengkuas hingga harum.
    • Masukkan air, kecap, lada, garam dan asam jawa (air asam). Masak hingga mendidih.
    • Masukkan ikan bandeng goreng. Masak hingga matang. 
    • Terakhir, masukkan cabe rawit dan tomat. Aduk rata, tes rasa, angkat dan sajikan hangat. 





    Balado Terung Medan



    Beberapa waktu lalu, Mamaku beli terung medan ini. Bentuknya beda dengan terung ungu yang panjang dan lebih besar. Kalau terung medan, besarnya kira - kira hanya sejari telunjuk, berwarna hijau dengan garis putih samar - samar di kulitnya. (maaf aku lupa mengambil gambarnya versi masih mentah)

    Kali ini aku lagi pingin coba resepnya Mba Hes dengan judul asli Terong Medan Cabai Hijau...Naah, berhubung persediaan cabai hijauku cuma sediikit, tinggal beberapa buah aja...ya udah deh kucampur dengan cabai merah ...... gak ada yang marahin kan ???
    Supaya lebih pas, namanya kuganti aja ya jadi : Balado Terung Medan *emang pas gituh???* hehe

    Kalo mau ikutan coba resep, silakan disimak ya....
    Seperti biasanya, resepnya tetap ada yang kumodifikasi dulu ya sesuai dengan selera keluargaku juga disesuaikan dengan ketersediaan bahan di kulkas...hehe

    BALADO TERUNG MEDAN

    Bahan : 

    • 250 gram terong medan/terong telunjuk, belah dua (kalo aku, kubiarkan utuh)
    • 100 gram teri medan (aku hanya pake 25 gr teri medan, sisa stok terakhir di kulkas)
    • 250 ml minyak goreng (ato secukupnya)
    • 100 gram cabai hijau keriting (aku pake hanya 50 gr cabe hijau besar, lalu kutambahkan dengan 50 gr cabe merah besar)
    • 5 buah cabai rawit hijau (aku skip, karena kuatir Papa teriak2 kepedesaaaaan !!)
    • 6 buah tomat hijau
    • 10 buah bawang merah
    • 1 sdt garam (sesuai selera)
    • 1 sdt gula pasir (sesuai selera)
    • 1 sdt terasi goreng (versi asli ga pake)
    Cara membuat:
    1. Goreng setengah matang terong medan, angkat, sisihkan
    2. Goreng hingga garing teri medan, sisihkan
    3. Rebus / kukus cabai hijau, cabai rawit, bawang merah dan tomat sekitar 5 menit, angkat
    4. Tumbuk kasar cabai hijau, cabai rawit, bawang merah, dan tomat bersama garam,gula dan terasi goreng.
    5. Panaskan sedikit minyak hasil menggoreng teri lalu tumis bumbu yang sudah ditumbuk, aduk rata, masak sebentar.
    6. Masukkan terong dan teri, aduk rata
    7. Angkat dan sajikan

    Jumat, 08 Oktober 2010

    Pepes Tahu

    Bikin Pepes Tahu yuk .......
    Kali ini resepnya kudapat dari Seri Masak Femina PRIMARASA Dapur Nusantara Seri Hidangan Tahu, Tempe & Telur.
    Komposisi rasanya pas dengan selera keluargaku, tentunya setelah mengalami modifikasi sih, kuadaptasi dulu dengan selera keluarga......hehehe


    Mau ikutan nyoba resep juga ?
    Seperti biasa beberapa bagian yang kuberi tanda kurung, adalah modifikasiku yaaa...hehe disesuaikan dengan lidah keluargaku juga ketersediaan bahan :)


    Mari, silakan disimak.....


    PEPES TAHU
    Untuk : 10 bungkus


    Bahan : 
    500 gr tahu putih
    75 gr jamur merang (aku skip, karena ga ada)
    3 batang daun bawang
    2 batang serai
    8 cm lengkuas (aku iris sesuai dengan jumlah bungkus pepes tahu)
    5 lembar daun salam
    2 butir telur (aku hanya pake 1 telur saja)
    1 buah kaldu blok (aku skip)
    2 sdm air panas (kalo ga pake kaldu blok, diskip aja ya)
    75 ml santan kental (aku skip)
    50 gr daun kemangi
    Daun pisang untuk membungkus
    Lidi untuk menyemat


    Bumbu Halus : 
    5 buah cabe merah keriting, buang bijinya
    3 buah cabe merah besar, buang bijinya
    12 siung bawang merah
    6 siung bawang putih
    1 1/2 sdt ketumbar, sangrai (hati -hati ya saat menyangrai, dengan api kecil saja sambil terus diaduk -aduk, karena mudah sekali gosong)
    2 butir kemiri, sangrai
    1 1/2 sdt garam


    Cara Membuat : 


    • Didihkan air dalam dandang. Lumatkan tahu menggunakan garpu. Iris tipis jamur merang (kalo pakai) lalu sisihkan. Iris tipis daun bawang, serai dan lengkuas (berhubung aku ga terlalu suka saat makan pepes, tanpa sengaja menggigit irisan tipis serai dan lengkuas, maka serai dan lengkuas hanya kumasukkan sepotong irisan saja di tiap bungkus pepes tahu...ato disesuaikan aja deh dengan selera Pembaca). Potong daun salam masing - masing menjadi 2 bagian. Kocok telur asal lepas. Larutkan kaldu blok dengan air panas (kalo pake kaldu blok). Campur telur kocok, kaldu dan santan kental, aduk rata (berhubung aku ga pake kaldu dan santan kental, jadi hanya telur saja yang kukocok lepas).
    • Taruh tahu lumat, jamur, daun bawang, serai (kalo aku, serainya kumasukkan nanti,  terpisah dan hanya sepotong aja di tiap bungkus), daun kemangi dan bumbu halus dalam mangkuk, aduk rata. Tambahkan campuran telur - santan (kalo aku, tanpa santan, hanya telur saja yang kumasukkan ke adonan tahu), aduk hingga rata. Bagi adonan tahu menjadi 10 bagian.
    • Ambil 2 lembar daun pisang, taruh 1 lembar daun salam dan beberapa iris lengkuas (aku hanya pake 1 iris saja, plus kumasukkan 1 potong serai) di bagian tengah daun. Taruh 1 bagian adonan tahu di atasnya, gulung daun hingga adonan tahu terbungkus rapat. Semat kedua ujungnya dengan lidi.
    • Masukkan bungkusan pepes ke dalam dandang. Kukus hingga matang (kurleb 30 menit), angkat.
    • Panaskan pemanggang di atas api, taruh pepes tahu di atasnya, panggang hingga aromanya keluar, angkat.