Minggu, 16 Januari 2011

Ayam Rica - Rica

Satu lagi menu terakhir untuk menu maksi kami siang tadi. Menu satu ini kuperoleh resepnya dari buku resep Sajian Ayam Paling Disukai karangan Ibu Aan Roswaty.

AYAM RICA – RICA
Bahan :
  • 1 ekor ayam, potong 20 bagian, kepala dan ceker dibuang, cuci bersih, sisihkan. (Versiku, ayam aku ungkep terlebih dulu dengan sedikit air dan tumisan 2 siung bawang putih halus, lada serta garam)
  • 2 ikat daun kemangi, petik daunnya
  • 1 batang serai, memarkan 
  • 5 lembar daun jeruk, iris halus
  • Garam secukupnya
  • Gula putih, secukupnya
  • 50 cc air kaldu ayam, (untuk melarutkan bumbu)


Bumbu ulek kasar :
  •  10 buah cabe merah
  • 7 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih



Cara Membuat :
  • Tumis bumbu kasar hingga harum. Masukkan serai, daun jeruk, garam, gula putih dan ayam. Aduk hingga harum kembali. Masukkan sedikit air kaldu ayam, hanya untuk meratakan bumbu saja.
  • Masak hingga bumbu meresap dan matang.
  • Masukkan daun kemangi, aduk sebentar. Tes rasa. Angkat dan hidangkan.


Bayam Kuah Tom Yum

Menu berikut ini aku sandingkan #halah, kok kayak pengantin? Xixi# dengan Mie Goreng Ebi…..
Beberapa bulan lalu, aku pernah masak menu satu ini, baru aku jepret tapi belum sempet kuposting resepnya. Nah, kebetulan aja siang ini aku kok kangen pingin makan Bayam Kuah Tom Yum lagi, terbayang – bayang rasanya yang seger menggoda #sluuuuuuurp !
Resepnya aku peroleh dari tabloid Saji bonus edisi 186/ tahun VII/ 4 – 10 Agustus 2010. Tentunya tetap aku modifikasi, kusesuaikan dengan ketersediaan bahan dan selera nusantara ehhhhh selera keluarga !
Ingin ikut mencoba ?
 Hiyukkkk mariiiii……..

BAYAM KUAH TOM YUM
Bahan :
  •             2 ikat (200 gr) bayam, petiki
  •     150 gr udang, kupas kulitnya dan belah punggungnya
  •     50 gr jamur merang segar, masing – masing belah dua.  (aku skip)
  •     2 batang serai, memarkan
  •     5 lembar daun jeruk
  •     1 sdm kecap ikan
  •     10 buah cabe rawit merah, memarkan pangkalnya
  •     1 sdt daun ketumbar cincang
  •     1 sdm minyak goreng untuk menumis
  •     4 sdt garam (sesuai selera)
  •     2 sdt gula pasir (sesuai selera)
  •     1.500 kaldu udang (atau air biasa)
  •     1 ½ sdm air jeruk nipis


Bumbu Halus :
  • 3 buah cabe merah
  •  2 siung bawang putih
  • 1 sdt terasi, goreng (aku ganti dengan 1 sdm ebi, rendam air panas, tiriskan, sangrai lalu tumbuk)
  • 3 butir kemiri, sangrai


Cara Membuat :
  • Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan serai dan daun jeruk. Tambahkan air (kaldu udang). Masukkan udang, jamur merang, kecap ikan, garam dan gula pasir. Aduk rata. Masak hingga matang.
  • Menjelang diangkat, masukkan bayam, daun ketumbar, cabe rawit dan air jeruk nipis. Tes rasa. Angkat dan sajikan.

Mie Goreng Ebi

Assalamu’alaikum….
Tok ! Tok ! Tok !
Ciluk baaaaa !!
Halo Pembaca…….
Jumpa lagi dengan saya di sini J Hehehe…

Setelah sekian lama ga “mengudara”, akhirnya aku bisa posting resep lagi deh. Kesibukan di luar rumah akhir – akhir ini (baca : sok nyari kesibukan…xixi), menunda keinginanku untuk bisa masak – masak dan posting resep L. Dan mumpung hari ini libur, wah disempetin deh tuk masak – masak dan nge – blog lagi. Kebetulan sekali hari ini moodku sedang tidak enak karena ada satu pikiran yang datang mengganggu. Aku tekad-in untuk meluncur ke dapur, karena aku ingin sekali mengalihkan rasa tidak enak ini dengan satu kegiatan positif. Daripada menghabiskan energi percuma untuk satu kegiatan marah – marah atau menangis (misalnya), lebih baik kualihkan saja energiku untuk membuat sesuatu yang semoga saja bisa bermanfaat dan disukai keluarga. Bukan begitu bukan ? #Bukaaaaaaaaaaaaan ! hehehe

Ya ! Selama ini kegiatan masak – memasak selain memang diperuntukkan untuk keluarga, juga bermanfaat sebagai sebuah terapi fisik juga psikis bagiku pribadi. Tak jarang aku merasa ketika sedang kesal, bete’, atau suntuk karena sesuatu hal, lantas aku lampiaskan dengan menyibukkan diri di dapur…Alhamdulillah rasa – rasa negatif itu melebur semua, seperti ikut leleh terbakar oleh panasnya api kompor, menyisakan rasa – rasa positif baru berwujud kepuasan hati, semangat, semakin percaya diri hingga kesegaran fisik. Maka setelahnya, aku kembali bisa tersenyum. PUAS ! Alhamdulillah……

Lalu, di hari Minggu yang cerah ceria binti sumringah *halah!*, ketika membuka – buka tumpukan tabloid – tabloid lama dalam keranjang, tanpa sengaja dalam tabloid Nova edisi 1120/XXII/ 10 – 16 Agustus 2009 aku melihat satu resep ini : “Mie Goreng Ebi Cabe Kering”.  Sekilas melihat gambarnya, tampak lezat menggoda. Apalagi aku termasuk penyuka ebi. Apapun jenis masakan, asal ditambah dengan ebi, so pasti LEZAT ! *buat aku lhooo*

Aku periksa bahan – bahan, ternyata nyaris semuanya ada (kecuali taoge yang sudah habis stoknya dan cabe kering yang memang ga ada). That’s why, aku putusin aku mau masak Mie Goreng Ebi sebagai salah satu menu maksi ini. Seperti kebiasaanku, resepnya aku modifikasi disesuaikan dengan ketersediaan bahan – bahan juga biar lebih pas dengan selera keluarga.
Mari, silakan dicoba resep berikut ini, jika tertarik juga ingin mencobanya J

MIE GORENG EBI
Bahan – bahan :
  • 100 gr mi telur, rebus lalu tiriska
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • 100 gr udang kupas, sisakan ekornya dan belah punggungnya. Versiku, aku rendam dulu kurleb 1 jam dalam bumbu rendaman lalu simpan di dalam kulkas. (Bumbu rendaman : 1 siung bawang putih halus, 1 sdt gula pasir, 1 sdm air jeruk nipis, ½ sdt garam). Bumbu rendaman ini boleh kok kalo mau diskip, aku rendam dulu si udang, agar rasa udang tidak sepa (hambar)
  • 50 gr taoge (aku ganti dengan 2 lembar cai sim yang telah diiris – iris)
  • ½ sdm kecap ikan
  • 1 bungkus bumbu penyedap rasa ebi (versiku, kuganti dengan 1 sdm ebi, rendam dulu dengan air panas, tiriskan, sangrai hingga kering lalu tumbuk)
  •  Garam
  • Merica bubuk
  • 50 ml air
  • 1 batang daun bawang, iris miring 
  • Minyak untuk menumis
Bumbu Halus :
  • ·          5 butir bawang merah 
  •      3 siung bawang putih
  •      2 buah cabe kering (aku ganti dengan 5 buah cabe merah, buang dulu bijinya)


Cara Membuat :

  • Tumis bumbu halus dan ebi hingga harum. Sisihkan di pinggir wajan. Masukkan udang. Aduk hingga berubah warna. 
  • Masukkan telur. Aduk sampai berbutir kasar. Masukkan taoge / cai sim. Tumis hingga layu. Masukkan air. Masak hingga meresap.
  • Masukkan mi, kecap ikan, garam dan merica bubuk. Aduk rata hingga matang. Tes rasa. Siap untuk disajikan.


Kamis, 09 Desember 2010

Sup Iga Sapi Bening

Aku dapat resep sup ini dari dapurmlandhing. Hmmmm, rasanya segar ! Mari yuk silakan dicoba resep berikut ini………

BAHAN:
·          1 bh bunga pekak (aku ga pakai)
·          1,5 liter air
·          2 batang daun bawang, dipotong-potong
·          2 cm kayumanis
·          2 sendok makan minyak goreng
·          3/4 buah pala, diparut (versiku, kubiarkan utuh, karena kurang suka dengan aromanya…hehe..tapi terserah Pembaca sih)
·          3 bunga cengkeh
·          5 sendok makan bawang goreng
·          500 gram iga kambing, dipotong-potong (aku rebus dulu menggunakan panci presto hingga empuk / sekitar 30 menit dari sejak panci berdesis)

BUMBU, dihaluskan:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 sdt merica
1 sdt gula pasir
garam secukupnya

CARA MEMBUAT:
·  Tumis bumbu halus sampai harum.
·  Masukkan iga, lalu aduk.
·  Tambahkan pala, cengkeh, pekak, dan kayumanis. Aduk rata.
·  Tuangkan air, masak sampai matang.
·  Taburkan daun bawang dan bawang goreng.
·  Sajikan panas.


Senin, 06 Desember 2010

Ayam Bakar Klaten

Lagi, resep ini aku dapat masih dari buku yang sama : 250 Resep Sedap untuk Hari Istimewa dari Great ! Kitchen.

Bahan :
  •  1 ekor ayam, potong 6 bagian. Cuci bersih lalu beri perasan air jeruk nipis
  • 400 ml santan
  • 2 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 50 gr gula merah
  • 1 sdt garam

Bumbu Halus :
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 7 butir kemiri
  • 1 batang serai

Cara Membuat :
  • Rebus santan dengan salam, lengkuas, garam, gula merah, bumbu halus hingga mendidih. Masukkan potongan ayam lalu masak sampai bumbunya terserap.
  • Panggang ayam sambil dioles bumbu hingga kering dan matang.
  • Angkat. Siap disajikan. 

Capcay Kuah

Masakan ini kudapat resepnya dari buku 250 Resep Sedap untuk Hari Istimewa dari Great ! Kitchen.

Bahan :
  • 1 buah wortel, iris tipis menyerong
  • 15 buah kapri
  • 10 batang buncis, iris serong
  • 15 buah jagung muda
  • 10 tangkai caisim
  • 100 gr bunga kol
  • 50 gr jamur kuping, rendam dalam air panas, tiriskan (aku ga pakai)
  • 2 buah kekian, potong - potong (versi asli ga pakai)
  • 2 batang sosis, potong – potong
  • 3 buah bakso sapi, iris
  • 3 buah bakso ikan, iris
  • 2 butir telur, kocok ringan (aku ga pakai)
  • 2 batang bawang daun, potong 3 cm


Bumbu :
  • 2 sdt merica bubuk
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 750 ml kaldu ayam
  • 1 ½ sdm saus tiram
  • 1 ½ sdt gula pasir
  • Garam secukupnya
  • 1 buah tomat merah matang, potong – potong
  • 4 siung bawang putih
  • 4 butir bawang merah
  • 50 ml minyak sayur untuk menumis


Cara Membuat :
  • Pisahkan sayur mudah layu dengan yang sulit layu. Potong – potong, cuci lalu tiriskan.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukkan tomat, jahe, bakso, sosis, kekian dan telur (jika pakai). Aduk hingga telur kering.
  • Masukkan kaldu dan sayur sulit layu, aduk di atas api kecil hingga setengah layu. Masukkan saus tiram, gula pasir dan garam, aduk rata. Tambahkan sayur mudah layu dan bawang daun, aduk hingga layu. Angkat, siap disajikan. 

Selingan : JANGAN BERHENTI MENULIS YA ......

Halo Pembaca J
Jumpa lagi nih, setelah beberapa saat lamanya sempat vakum. Akhir – akhir ini kebetulan sedang banyak aktivitas di luar #padahal bukan hanya itu alasannya#, Alhamdulillah diberi nikmat sehat sehingga segala urusan yang melibatkan keluar rumah bisa diselesaikan. Tapi konsekuensinya, ketika tiba di rumah, enggak sanggup lagi deh melakukan aktivitas lain selain istirahat…capeeek sangad ! Ga nafsu lagi deh lihat PC menanti dijamah, hehehehe…. Otomatis, blog ini jadi terbengkalai L Mohon maaf ya Pembaca…..

Oya Pembaca….
Aku mau cerita, beberapa waktu belakangan ini, aku menemui salah seorang Sahabat Odapus (Orang Dengan Lupus). Mba Tika namanya. Jauh – jauh ia datang dari Riau menemani sang Suami yang kebetulan ada tugas ke Jakarta. Lalu ia sms aku dan mengatakan ingin bertemu. Wah senangnya !!

Ini kopi darat kami yang kedua. Aku ingat, ketika pertama kali aku berjumpa dengan Mba Tika adalah ketika ia sedang drop dan dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Waktu itu ia terlihat lebih kurus. Dan kini Alhamdulillah, waktu kemarin kami bertemu kembali, kami berdua dalam kondisi sehat wal’afiat. Mba Tika tampak lebih segar dan berisi dari sejak terakhir aku melihatnya. Terima kasih Tuhan............

Di tengah perbincangan kami kemarin, Mba Tika mengakui kalau ternyata ia termasuk salah satu pengunjung setia blog-ku ini. What a surprise !
Pada saat kami berpelukan sebelum berpisah kembali, ia mengatakan satu hal (aku lupa tepatnya) tapi yang pasti intinya adalah  : ”Jangan berhenti menulis ya.......”


CLEGUK ! *aku pun menelan ludah*

Seperti diingatkan..........

Itu motivasi buat aku !

Jujur saja, belakangan gairah untuk menulis, membaca dan membuat karya (termasuk memasak dan posting blog juga lhoooo) agak sedikit menurun, bahkan bisa dikata nyaris nihil. Entah kenapa !  Kurang bergairah. #nah ini alasan utama#

Dan inspirasi ? Semakin kucari, inspirasi itu semakin menghilang. Buntu pikiranku, hanya memandang monitor PC dengan tatapan kosong, menatapi tiap kedipan kursor dan jemari terpaku diam di atas keyboard. #Tanpa ide#

Jenuh ? Mungkin saja.......
Aku butuh dorongan, aku butuh wake up call, dan aku dapatkan itu tanpa sengaja melalui seorang Sahabat yang kucinta.    


Maka seperti mendapat angin segar, ketika mendengar kalimat, ”Jangan berhenti menulis ya.....” kuterjemahkan juga sebagai : Terus....teruslah berkarya ! Selagi mentari masih terbit di ufuk timur, terbenam di ufuk barat. Selagi raga masih bugar, selagi kesempatan itu masih ada, selagi sangkakala belum jua ditiup......

Berkaryalah.....
Meski karya terkecil sekalipun, meski hanya mengutas sebuah senyuman yang kelak darinya menularkan kebahagiaan bagi sekitar.




Jakarta, awal Desember 2010
Teruntuk sebuah motivasi yang menginspirasi,
Terima kasih Mba Tika J