Jumat, 17 September 2010

Tom Yam Goong

Hai...hai :)
Asiiiiiikk, ketemu lagi sama Pembaca n bisa sharing resep lagi nih :)
Kali ini, pingin deh bikin menu yang "bebas santan", menu yang suegerrrrr......secara masih hawa - hawa Lebaran, masih sulit menghapus rasa opor ayam dan pasangan sejatinya dari ingatan *hihi...lebay*

Pikir punya pikir, setelah juga hasil ngacak - ngacak kumpulan tabloid.....akhirnya.....

TADA !!!

Dapet deh menu ini : TOM YAM GOONG !

Siip dehh........

Menu ini didapat dari tabloid Bintang, edisi 1007, tahun XX, minggu kelima, Agustus 2010. Tentu aja Pembaca, lagi - lagi resepnya dimodifikasi. Apalagi pada resep seharusnya yang pake udang dan jamur kancing....berhubung yang ada di kulkas cumi - cumi & ikan gurame....maka sah - sah aja kan kalo udang & jamur kancingnya diganti dengan cumi & ikan gurame ? hihihi....maksa ya :)

Ya udah deh, kita langsung buat aja yuk ?

Oke.....meluncur ke dapur !

TOM YAM GOONG
Untuk : 4 porsi

Bahan :
400 gr udang, kupas kulit sisakan ekor (oleh Calista, udang diganti dengan 400 gr cumi - cumi yang telah dicuci bersih, dibersihkan kulit arinya, dibuang tinta hitamnya lalu dipotong - potong bentuk cincin)
100 gr jamur kancing (diganti dengan 100 gr potongan ikan gurame)
2 batang daun ketumbar
10 buah cabe rawit merah, buang tangkainya ya....
1 buah jeruk nipis, peras airnya
5 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
1 liter air
Garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya
3 sdm minyak goreng

Bumbu halus :
5 buah cabe merah
5 siung bawang putih
2 batang serai, memarkan
2 cm jahe

Cara Membuat :

  • Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk hingga harum.
  • Masukkan udang (cumi) dan ikan gurame, masak hingga berubah warna. Tuang air, masak hingga mendidih.
  • Masukkan jamur, daun ketumbar, cabe, garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak hingga matang.
  • Sesaat sebelum diangkat masukkan air jeruk nipis, aduk rata. Tes rasa. Angkat dan sajikan.


Wah, sayangnya waktu aku membuat hidangan ini, Mama sedang sakit nih Pembaca.........masih belum boleh menyantap hidangan favoritnya yang satu ini (sabar ya Maa....).
Rasanya pas banget dengan selera Mama karena ada sensasi rasa pedas (wajib untuk Mama), asam, manis, asin jadi satu ! Pokoknya dijamin suegerrrrrrrrr ...........

Mau ?
Silakan mencoba ya....... :)

Selamat Idul Fitri 1431 H, Mohon Maaf Lahir Batin :)

Halo Pembaca :)

Wah setelah sekian lama, akhirnya mulai bisa posting lagi nih....... :)
Mumpung masih anget...hehehe *emang roti baru keluar dari oven ya ??*, Calista ingin mengucapkan :

SELAMAT IDUL FITRI 1431 H
MOHON MAAF LAHIR BATIN ATAS SEMUA SALAH & KHILAF ya Pembaca :)

Beribu - ribu maaf nih Pembaca, belakangan ini ga bisa posting blog setiap hari. Kebetulan situasi di rumah sedang ribet-riweuh-rempong alias lagi repoooooooot banget.

Dimulai dari si Mbak yang mudik ke kampung halamannya, alhasil Mama butuh asisten untuk bisa bantu - bantu urus rumah. Dan karena di rumah hanya ada Mama, Papa, Ariani (kakak Calista) dan Calista sendiri....hehe...kandidatnya cuma sedikit, jadi dapet kehormatan deh bantu-bantu Mama terutama menyangkut urusan dapur. Horeeeeeeeeee bisa ngacak - ngacak dapur !! hihihi.................

Oya nih Pembaca, sebetulnya kalo boleh numpang curhat....Calista sedang sedih nih :'(
Pasalnya, sejak malam takbiran beberapa waktu lalu, Mama sakit. Sempat demam beberapa hari disertai batuk dan mual. Sewaktu di cek darah kemarin, ketahuan deh kalo ternyata Mama kena Demam Typhoid !

Itulah kenapa, akhir - akhir ini Calista makin jarang posting blog nih Pembaca.....udah makin jarang update status juga di FB...
Perhatian betul - betul terpusat antara Mama dan urusan dapur. Ga ada lagi deh "Me Time" : duduk santai di depan PC, sambil denger musik favorit :) hehe...tapi buat keluarga tercinta, apa sih yang enggak ya? hehehe...

Dan malam ini, Alhamdulillah kondisi Mama berangsur pulih (semoga demikian seterusnya, aamiin),  sehingga Calista bisa sedikit bernafas lega dan karena udah kangeeeeeeeeeeeeeeeen pingin berbagi dengan Pembaca semua, ya udah deh disempet - sempetin sharing lewat blog ini :) *makasih ya Pembaca udah mau dengar eh mau baca sharing Calista*

Di tengah situasi ini, satu hal yang amat Calista syukuri adalah : Calista diberi kesehatan.... Alhamdulillah :)) Walo untuk berjalan masih agak susah (salah satu alasan juga kenapa Calista pilih bantu - bantu di dapur, karena relatif ga butuh banyak jalan, bisa dikerjakan sambil duduk....hehe...beda kan kalo mesti nyapu ato ngepel yang notabene mesti berdiri & berjalan??? hehe), Calista sudah cukup berpuas hati bisa sedikiiiiit bantu - bantu Mama, meski tenaga yang disumbangkan juga terbatas dan mungkin ga ada artinya ya..... :)

Sungguh deh, ga ada yang lebih berharga dibanding diberi nikmat sehat wal'afiat.....
Seperti Mba Tiara Savitri (Sahabat Calista) yang selalu berkata : "....karena dengan sehat kita bisa melakukan aaaaaapa aja yang kita mau" :)

Betul engga Pembaca ? hehehe.....

Kamis, 02 September 2010

Ceker Ayam Saus Tiram

Ceker ayam......duh, termasuk makanan berkolesterol tinggi ya ? Pasti sebagian Pembaca juga ada yang tidak menyukainya, apalagi kalo membayangkan nasib si ceker ini ketika masih digunakan ayam sewaktu masih hidup.......dipake untuk jalan2 menginjak tanah, lumpur dan....YIKES !! hehehe.... (ga usah dibayangin yaa.....)


 Di sisi lain,  ga nyangka ternyata ceker ayam ini  punya manfaat besar lho untuk penderita osteoporosis dan rhematik. Silakan dibaca dulu ya info berikut ini :

"Disadari atau tidak, disertakannya ceker ayam ini merupakan satu keunggulan tersendiri. Hal ini terjadi karena menurut beberapa pengamatan dan penelitian, ceker ayam sangat kaya dengan nutrisi-nutrisi yang berguna untuk menjaga kinerja tulang dalam tubuh kita.


Di dalam kaki ayam terdapat kulit, otot, tulang, dan kolagen. Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening ke kuning-kuningan. Kalau kena panas, kolagen akan mencair menjadi cairan yang agak kental seperti lem. Nah, susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yakni komponen dasar protein. Di dalam asam amino itu antara lain terdapat glisin-prolin, hidroksiprolin-agrinin-glisin. Kaki ayam juga mengandung zat kapur dan sejumlah mineral. Dengan begitu memang masuk akal juga kalau orang tua kita tetap bertahan untuk menyuguhkan kaki ayam bagi anak-anaknya. Sebab jenis asam amino prolin dan hidroksiprolin serta zat kapur jelas-jelas dibutuhkan dalam pertumbuhan anak.


Fungsi kolagen, tak cuma untuk pertumbuhan anak. Orang yang menderita rematik pun, amat dianjurkan sering-sering makan kaki ayam. Kenapa begitu? Karena protein kolagen ayam memiliki antigen yang bersifat imunogenik. Ceritanya, di dalam tubuh kita terdapat dua macam antigen. Yakni antigen asing dan antigen diri. Setiap antigen bisa bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen yang antigenik dapat berikatan dengan antibodi, meski tidak bisa merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap antigen. Sementara antigen yang imunogenik juga mampu berikatan dengan antibodi spesifik, tetapi juga mampu menghasilkan antibodi spesifik terhadap antigen.


Nah, antibodi terhadap antigen inilah yang perlu dirangsang bagi penderita rematik. Tentu hubungan sang antigen tadi dengan penyakit rematik punya uraian ilmiah yang panjang sekali, yang agak sulit kita pahami sebagai orang awam. Yang jelas, makan kaki ayam secara rutin mulai dianjurkan bagi penderita rematik.


Orang selama ini hanya tahu bahwa untuk mencegah keropos tulang cukup dengan kalsium. Padahal, kalsium hanya menguatkan tulang bagian luar saja. Sedangkan bagian penting adalah bagian dalam tulang yang akan menentukan kekuatan tulang bagian luar yang dibentuk oleh zat yang bernama hidrosiapati, yaitu zat yang komponennya sama dengan komponen tulang dan lapisan keras mamalia.


Hidrosiapati adalah makanan untuk tulang yang berasal dari tulang binatang seperti ayam, kuda, sapi, atau kambing. Secara logika, memang makanan yang tepat untuk tulang adalah tulang. Karena itu, mengkomsumsi cakar ayam yang banyak mengandung hidrosiapati secara alami dapat memelihara kekuatan tulang."


Sumber: Ayam Goreng Fatmawati, di copy paste dari Pangan Sehat dan Alami

hehehe...panjang banget ya penjelasannya ?

Sekarang kita langsung bahas resep aja yukk......Resep ini didapat dari tabloid Koki edisi 00180 Juli 2010 Seperti biasa dengan sedikit dimodif ya supaya makin pas dengan lidah Keluarga :)

CEKER AYAM SAUS TIRAM
Bahan :
300 gr Ceker ayam, cuci bersih. (versi Calista, ceker kemudian dibubuhi perasan air jeruk nipis dan garam, diamkan sekitar 15 menit)
1500 cc air (bisa dikurangi sesuai selera)
5 sdm kecap manis
4 sdm saus tiram
1 buah tomat merah, potong jadi 5 bagian
6 buah cabe rawit, potong jadi 2 bagian (kalo ga suka pedes banget, biarkan utuh)
1 batang daun bawang, potong 1/2 cm
1 sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit air (versi Calista ga pake, karena Keluarga ga gitu suka kuah kental)
Bawang goreng secukupnya
2 sdm minyak goreng

Bumbu Halus :
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sdt merica bubuk
2 lembar daun jeruk
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya
1/2 sdt pala (versi Calista hanya 1/4 sdt pala)

Cara Membuat :
1. Didihkan air, masukkan ceker ayam. (versi Calista ceker ayam sambil dibubuhi dengan garam dan lada secukupnya). Masak hingga lunak, angkat.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum
3. Masukkan ceker ayam, aduk rata.
4. Tambahkan kecap manis, saus tiram dan cabe rawit. Aduk rata. Tuangi air kaldu sisa merebus ceker ayam.
5. Kentalkan dengan larutan maizena. (kalo pake). Setelah mengental, tes rasa. Kalo rasa sudah mantap, matikan api dan angkat.
6. Sajikan selagi hangat bersama taburan bawang goreng dan daun bawang

Kesimpulannya ?
Boleh kok makan ceker ayam, asal jangan sering2 ya....hehehe

Alhamdulillah.... edisi perdana, tapi langsung jadi hidangan favorit Papa dan Kakak.... kata Papa : "gurihnya sampe ke tulang !" asiiiiiiik banget lihat Papa, dan Kakak Calista sibuk menghisap2 si ceker, hingga cuman bersisa tulang2nya......


Kalo ga inget kadar kolesterolnya yang tinggi, menu ini bisa sering2 hadir deh di meja makan.......hehe


Selamat Mencoba ya Pembaca :)

Senin, 30 Agustus 2010

Tongseng Ayam

Resep ini didapat dari tabloid Saji (bonus edisi 186/ th. VII/ 4-10 Agustus 2010). Pas untuk Sang Ayah tercinta, penggemar tongseng tapi ga mau pake daging kambing / sapi, karena memang ga terlalu suka makan daging apalagi saat ini sedang punya masalah dengan gigi..hihi...

Ya udah deh kita langsung aja yuk lihat resepnya .... tentunya ada beberapa bagian yang dimodifikasi sesuai selera keluarga Calista ya Pembaca.......

Bahan :
Untuk 4 porsi

400 gr paha ayam fillet (versi Calista daging berikut tulang ayam direbus dalam air yang telah dibubuhi dengan garam dan lada secukupnya, setelah matang baru deh di ambil dagingnya dan dipotong - potong. Air kaldunya jangan dibuang ya....)
3 lembar (100 gr) kol, iris kasar
1 buah tomat merah, potong - potong
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
2 buah cabe merah, buang bijinya, iris serong (versi Calista ga pake)
1/2 sdm kecap manis
1/2 sdm garam (sesuai selera)
1 sdt gula merah
100 ml santan dari 1/4 butir kelapa
300 ml air (versi Calista pake air kaldu sisa merebus paha ayam)
2 sdm minyak untuk menumis
2 sdt bawang merah goreng untuk taburan

Bumbu Halus :
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 buah cabe merah keriting
1 buah cabe merah besar
3 butir kemiri, sangrai
3 cm kunyit (versi asli sih ga pake)

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, serai dan cabe merah hingga harum.
2. Masukkan ayam. Aduk hingga rata. Tambahkan kol dan tomat. Aduk rata. Masukkan kecap manis, garam dan gula merah. Aduk rata.
3. Tuang air. Aduk rata. Masak hingga mendidih. Masukkan santan. Masak sambil terus diaduk hingga matang (diaduk terus supaya santan ga pecah)
4. Sajikan bersama taburan bawang merah goreng.



Selamat mencoba.... :)

Catatan Calista :
* Kalo ga suka pake ayam, bisa diganti dengan daging sapi / kambing

* Cara mengempukkan daging sapi / kambing :
(Tips ini didapat dari booklet Daging Sapi Kita, bonus tabloid Saji edisi 188/ th. VII / 18 - 24 Agustus 2010)
1. Biarkan / istirahatkan daging agak lama di dalam lemari es sebelum diolah. Tujuannya agar otot atau serat yang berkontraksi akibat dipotong, bisa lebih relaks.
2. Bungkus daging dengan daun pepaya atau nanas parut. Di dalam daun pepaya terkandung enzim papain yang bisa mengempukkan daging. Sementara di dalam nanas ada enzim ficin yang juga berguna untuk mengempukkan daging. Tetapi menurut para pakar, enzim ini hanya bisa bekerja di permukaan daging saja, karena itu ada baiknya daging tidak dipotong terlalu tebal.

Es Timun Blewah

Resep seger2an kali ini didapat dari tabloid Bintang edisi 1003/ tahun XX/ minggu pertama/ Agustus 2010. Judul resep aslinya sih Es Kelapa Campur....hihihi tapi berhubung ga punya kelapa muda, jadi namanya diubah deh jadi Es Timun Blewah.....

Mari silakan disimak ya resepnya ......

Bahan :
Untuk 4 porsi

1/2 buah blewah, keruk memanjang
1 buah mentimun, keruk memanjang
1 buah kelapa muda, keruk memanjang (versi Calista ga pake nih Pembaca)
1 buah jeruk lemon, peras airnya (versi Calista juga ga pake)
Es batu secukupnya

Sirup :
200 gr gula pasir
3 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
2 lembar daun pandan
700 ml air

Cara Membuat :
1. Sirup : Campur semua bahan, masak hingga gula larut. Angkat lalu saring, dinginkan.
2. Masukkan blewah, mentimun dan kelapa (kalo pake) ke dalam mangkuk, tuang sirup, aduk rata.
3. Tambahkan air jeruk lemon, aduk rata.
4. Tuang ke dalam gelas saji, tambahkan es batu, sajikan.



Mangut Lele Cabe Ijo

Halo Pembaca :)
Beberapa hari ga posting, serasa seabad lamanya nih....hihihi *lebay*.
Posting resep kali ini masih seputaran ikan, dan lele (lagi) yang jadi tokoh utamanya. Kalo terakhir kali lele digoreng kremes, kali ini dibuat berkuah, bernama Mangut Lele Cabe Ijo.

Resep ini modifikasi dari resep asli berjudul "Mangut Ikan Asin Cabai Hijau" dalam tabloid Nova edisi 1171/XXIII/ 2-8 Agustus 2010.

Langsung tengok resepnya yuk ......

Bahan :
Untuk 5 orang
300 gr ikan lele, goreng sampai kecokelatan
300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
10 buah belimbing sayur, potong - potong 1 cm (berhubung Calista enggak kuat dengan asamnya belimbing sayur, maka diganti dengan 5 buah tomat hijau yang dipotong - potong)
3 sdm minyak goreng
1 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk purut
300 gr cabe hijau, potong dua bagian
1 papan petai, ambil isinya

Bumbu Halus :
2 sdt ketumbar
2 cm kencur
1 cm lengkuas
7 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1sdt garam (sesuai selera)
1/2 sdt gula pasir (sesuai selera)

Cara Membuat :
1. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun jeruk dan daun salam. Aduk rata.
2. Tambahkan cabe hijau dan pete, aduk hingga layu .
3. Tuang santan, ikan lele, belimbing wuluh ato tomat hijau. Masak sambil diaduk hingga kuah matang dan bumbu meresap.

Wujudnya seperti ini nih Pembaca....hehe...mohon maaf ya, penampakannya ga cantik **kayak biasanya cantik aja ya.... :-)**...karena foto diambil setelah masakan ini nyaris mau habis...tinggal sisa2 perjuangan, jadi mati gaya deh :) hehe...



Jumat, 27 Agustus 2010

Salad Buah Segar

Makan yang seger2 yuk Pembaca.........
Gimana kalo kita bikin : Salad Buah Segar ?

Ini dia resepnya :
SALAD BUAH SEGAR
Bahan Salad
1 buah naga, cuci bersih, kupas, potong kotak
1 buah pir, cuci bersih, kupas, potong kotak
1 buah apel, cuci bersih, kupas, potong kotak, rendam dulu dengan air garam supaya tidak coklat warnanya.
1/4 buah melon, cuci bersih, kupas, potong kotak
1 buah jeruk, kupas, ambil isinya, buang bijinya, belah jadi 2

Bahan Saus :
(dari tabloid Nova 1174 / XXIII / 23 - 29 Agustus 2010)
400 ml susu cair
25 gr tepung maizena, larutkan dulu dengan sedikit air.
75 gr gula pasir
5 sdm mayones
2 sdm air jeruk lemon (bisa diskip kalo ga suka terlalu asam)

Cara Membuat :
1. Siapkan bahan salad, masukkan dulu ke lemari es. Biarkan hingga dingin
2. Saus : tuang susu cair ke dalam panci. Masukkan gula pasir dan larutan tepung maizena. Masak sambil diaduk hingga meletup - letup. Angkat dari api. Masukkan mayones dan air jeruk lemon, aduk rata. Tunggu hingga dingin.
3. Tata bahan salad di dalam gelas atau mangkuk saji. Tuang dengan saus. Lebih enak dimasukkan dulu sebentar ke lemari es dan disajikan dingin.



Catatan kecil dari Calista :
* Saat bahan saus telah jadi, jangan kaget kalo bentuknya begitu kental dan kenyal. Tapi jangan khawatir, setelah bercampur dengan aneka buah, keencerannya jadi pas kok :-)
* Untuk bahan salad, bisa gunakan aneka buah sesuai selera Pembaca ya.

Selamat mencoba......enjoy cooking :)