Rabu, 07 September 2011

Bobor Bayam

Waktu kukecil dulu, sering sekali dibuatkan sayur bobor bayam oleh si Mbok, asisten pribadi yang dulu pernah membantu kami namun kini Beliau telah lama berpulang ke Rahmatullah. Kini aku rindu ingin bernostalgia kembali merasakan hidangan satu ini. Kusearch inet lalu langsung tertuju pada resep Bobor Bayam di cuek.wordpress. Semua bahan dan bumbu kusamakan, hanya kutambahkan 1 ikat daun kemangi seperti yang dulu si Mbok pernah buatkan untuk kami.

Bobor Bayam
(Sumber resep : cuek.wordpress.com. Silakan klik disini untuk melihat resep aslinya)
Bahan :
  • 3 ikat bayam
  • 1 buah labu siam
Bumbu :
  • 3 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 potong kencur (kurleb 2 cm)
  • 1 potong lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • Garam, secukupnya
  • 750 cc santan sedang (jangan kental)
  • 1 ikat daun kemangi (versi asli ga pakai)
Cara Membuat :
  • Petiki bayam, potong labu seukuran 2x2 cm. Sisihkan.
  • Haluskan semua bumbu, kecuali lengkuas dan daun salam.
  • Didihkan santan. Masukkan bumbu. Tes rasa. Jika sudah pas, masukkan labu siam. Tunggu hingga matang. Masukkan bayam dan daun kemangi, matikan api (supaya bayam tidak overcooked)
huhuhu....aku rindu si Mbok........ T.T

Tongkol Bumbu Merah


Akhirnya bisa memasak hidangan dengan cabai plus pete lagi setelah 1 bulan lamanya libur…hehehe (maklum, selama puasa ga berani deh menghidangkan masakan dengan cabai apalagi plus pete, hohoho bisa2 diprotes orang serumah…… Hihihihi…..

Resep kudapat dari Tabloid Nova. Kumodif terutama pada penggunaan cabai. Jika resep asli menggunakan cabai rawit, aku sama sekali tidak pakai karena keluarga kami kurang menyukai hidangan yang terlalu pedas. Aku memakai cabai merah keriting, sengaja rada kubanyakin cabenya biar makin banyak bumbunya, makin enaaaak ;)  itupun kubuang dulu bijinya supaya semuanya bisa ikut makan tanpa ‘megap-megap’ hehehe….

Kemudian jika pada resep asli ikan tongkol tanpa digoreng dulu, versiku ikan kugoreng dulu, supaya lebih yakin aja ikannya benar2 matang...hehehe...maklum chef nya masih kelas pemula ;P hehehe

Berikut resepnya....
Tongkol Bumbu Merah
(Sedikit kumodif dari sumber resep : TabloidNova)

Bahan :
  • 3 ekor  ikan tongkol ukuran sedang, bersihkan, kubiarkan utuh (versi asli menggunakan 2 ekor ikan tongkol yang dipotong bulat 3 cm)
  • 2 buah jeruk nipis, ambil airnya
  • 1 sdt garam
  • 200 gr jagung manis pipilan (aku skip, karena ga punya)
  • 1 tangkai serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 10 mata pete, kupas
  • Garam, secukupnya
  • Gula pasir, secukupnya
  • 50 ml air
  • Minyak untuk menumis
Haluskan :
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 10 cabe merah, kubuang dulu bijinya (versi asli menggunakan 4 cabe merah)
  • 10 cabe rawit (aku skip)
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 2 buah tomat, kubuang bijinya
Cara Membuat :
  • Lumuri ikan tongkol dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan kurleb 15 menit hingga meresap. Kugoreng dulu hingga matang tapi tidak sampai kering. (versi asli ikannya tanpa digoreng dulu)
  • Tumis bumbu halus hingga harum bersama serai, daun salam, pete dan jagung manis . Masak hingga layu. Masukkan air, garam, gula, aduk rata.
  • Setelah mendidih, masukkan ikan tongkol.
  • Masak hingga bumbu meresap dan matang. Angkat. Sajikan.

Selasa, 06 September 2011

Hotpot Tofu

Resep berikut kudapat dari detikfood. Silakan deh klik disini, untuk melihat resep versi aslinya sekaligus membandingkan dengan versi yang kubuat.....hihihihihi....hasilnya jauuuuh lebih menarik versi asli dari detikfood kan pastinya ? hihihi....harap maklum deh User, aku  kan masih dalam tahap belajar memasak...hihihi

Berikut kushare resepnya, dengan sedikit kumodif, kusesuaikan dengan ketersediaan bahan dan selera keluarga. Aku meniadakan pemakaian daging ayam karena pas ga punya sedikitpun daging ayam tersisa di lemari es #memelas banget ya...hihihi....Dan untuk jamur, aku memakai jamur shitake. kebetulan habis jalan2 ke supermarket, kok nemu sekotak jamur shitake yang besar2, menggoda banget untuk dibeli.....ya udah, akhirnya jamur inilah yang "nyemplung" ke dalam kuah hotpot tofu. Yummy ! Untuk kuah, sengaja tidak kupakaikan larutan tepung maizena karena keluargaku tidak suka kuah yang kental.
Monggo deh silakan dicoba juga resepnya........ ;)

HOT POT TOFU
Bahan :
  • 1 buah egg tofu, potong2, goreng kering
Kuah :
  • 2 sdm minyak sayur
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 100 gr daging ayam, potong kasar (aku skip)
  • 250 ml air
  • 50 gr wortel, iris serong tipis
  • 6 jamur merang, belah dua (aku memakai jamur shitake)
  • 50 gr kapri, bersihkan, buang seratnya
  • 1 batang daun bawang, iris kasar
  • 2 sdm saus tiram
  • 1 sdm kecap asin
  • Merica bubuk, secukupnya
  • Garam, secukupnya
  •  1 sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air (aku skip)
Cara Membuat :

Kuah :
  • Tumis bawang putih hingga wangi
  • Tambahkan daging ayam, aduk hingga kaku
  • Masukkan air dan sayuran, didihkan
  • Tambahkan bumbu dan tofu goreng. Didihkan hingga sayuran layu
  • Tuangi larutan kanji, aduk hingga mendidih
  • Angkat, sajikan hangat
  

Minggu, 04 September 2011

Pecel Lele


Hidangan satu ini adalah favorit  papaku. Resepnya kudapat dari hasil blogwalking. Dari beberapa uji coba resep sambal pecel lele, sepertinya resep satu ini paling cocok bagi kami terutama sekali bagi papaku.
Memang, kunci enak atau tidaknya hidangan ini terletak pada rasa sambalnya dan  menurut beliau, “sambalnya gurih!”. Alhamdulillaah....dipuji ayah sendiri #winking

Menyantapnya dengan nasi hangat, dan lele yang masih hangat2 kriuk baru saja diangkat dari penggorengan lalu dijodohkan dengan sambal  dan aneka lalapannya…hmmmm…maknyus!
Gak percaya ? Yuk dicoba………

PECEL LELE
(Sumber resep : cuek.wordpress.com. Monggo, klik disini untuk melihat versi aslinya )

Bahan :
  • 4 ekor ikan lele
  • Minyak untuk menggoreng
Bumbu halus :
  • 1 sdm ketumbar
  • 1 siung bawang putih
  • 2 cm kunyit
  • Garam, secukupnya
Cara Membuat :
  • Bersihkan ikan lele, belah bagian perutnya, buang isi perut & insangnya. Cuci ikan hingga bersih dan tidak berlendir lagi.
  • Aduk lele dengan bumbu halus. Diamkan selama ½ jam agar bumbu meresap.
  • Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan. Masak ikan lele, goreng dengan api sedang hingga agak kering dan matang, angkat.
  • Sajikan lele sebagai lauk nasi putih atau nasi uduk dengan pelengkap sambal dan lalapannya.
Sambal Pecel Lele
Bahan :
  • 5 cabai merah besar, goreng (aku pakai cabai keriting)
  • 10 cabai rawit, goreng
  • 2 buah tomat, kubuang dulu bijinya, lalu digoreng
  • 4 siung bawang putih, goreng
  • 2 siung bawang merah, goreng
  • 4 butir kemiri, goreng
  • 1 sdt air jeruk limau
  • Garam, secukupnya
Cara Membuat :
  • Campur dan haluskan semua bahan, lalu siram dengan minyak panas sisa menggoreng ikan lele
  • Sajikan
Pelengkap :
  • Timun
  • Daun kemangi
  • Tomat
  • Daun poh – pohan

Jumat, 02 September 2011

Soto Ayam Kampung & Sate Lilit Ayam


Setelah beberapa hari bertemu dengan hidangan berkuah santan, saatnya menyajikan hidangan berkuah bening. Kebetulan masih ada sisa sedikit ayam di kulkas, menu yang pertama terlintas adalah : Soto Ayam. 

Pengalaman membuktikan, beberapa kali menyajikan soto ayam dengan daging ayam yang disuwir – suwir, selalu menyisakan suwiran daging ayam yang tidak habis dimakan. #sighs

#Tik tok tik tok…….berpikir & berpikir

Akhirnya, ketika bongkar – bongkar tumpukan tabloid edisi jaman baheula, aku menemukan resep “Sate Lilit Ayam”. Sate yang berbahan dasar daging ayam cincang ditambahkan sedikit udang cincang. AHA! Kenapa ngga si ayam suwir diubah tampilannya jadi “Sate Lilit Ayam” ? Semoga aja bisa jadi ludes disantap……Hmmm… Tapi, kira2 nyambung ngga ya kalo dijodohin sama Soto Ayam ? udah pede aja deh…hehehe….apapun klo udah tersaji di meja makan, asal enak pasti ludes….insya allah ;)

Berikut aku share 2 resep. Untuk resep pertama yaitu Soto Ayam Kampung, sudah pernah aku posting sebelumnya. Tapi tak apa kini aku posting ulang. 

SOTO AYAM KAMPUNG
(Sumber :  buku 250 Resep Sedap untuk Hari Istimewa, Penerbit : Great!Kitchen)

Bahan :
  • ½ ekor ayam kampong, cuci bersih
  • Air secukupnya untuk kuah (kira2 1.5 liter)
  • 2 sdm minyak untuk menumis

Kuah :
  • 4 cm kunyit, bakar, memarkan
  • 3 cm jahe, memarkan
  • 2 batang serai, memarkan
  • Garam, secukupnya
  • Merica, secukupnya
  • 3 lembar daun jeruk
Bumbu Halus :
  • 6 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar, kusangrai dulu
  • 5 butir kemiri, kusangrai dulu
  • ½ sdt jinten, kusangrai dulu
Pelengkap :
  • 4 butir telur ayam, rebus, kupas, belah 2
  • 2 genggam taoge, seduh air panas
  • 4 sdm daun bawang & seledri irisan
  • 4 sdm bawang goreng
  • Sambal dan jeruk nipis secukupnya
Cara Membuat :
  • Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. Lalu masukkan ayam, tuangi air. Masukkan jahe, kunyit, serai, garam, merica, dan daun jeruk purut. Masak hingga ayam empuk dan keluar kaldunya. Angkat ayam, potong kecil2 ( sebagian dagingnya aku gunakan untuk membuat Sate Lilit Ayam)
  • Taruh ayam ke dalam mangkuk. Beri kuah, telur rebus, dan taoge. Sajikan dengan taburan daun bawang, seledri, bawang goreng, sambal dan perasan air jeruk nipis.

SATE LILIT AYAM
(Sumber : Tabloid Saji, edisi 188/ Th. VII/ 18 – 24 Agustus 2010)

Bahan :
  • 200 gr ayam giling
  • 100 gr udang giling
  • 2 tangkai kucai, potong ½ cm (aku pakai daun bawang)
  • 1 sdm santan kental
  • Garam, secukupnya
  • Gula pasir, secukupnya
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • Tusuk sate (atau bisa gunakan batang serai)
Bumbu Halus :
  • 3 buah cabai merah keriting
  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 1 cm kunyit, bakar
  • 1 butir kemiri, sangrai dulu
  • ¼ sdt ketumbar, sangrai dulu
  • ½ sdt terasi, bakar
Cara Membuat :  
  • Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. Angkat.
  • Campur ayam giling, udang giling, kucai / daun bawang, santan kental, garam, gula dan tumisan bumbu halus. Aduk rata.
  • Ambil sedikit campuran ayam. Buat pentul di tusuk sate atau batang serai sambil dipadatkan.
  • Bakar sambil dibolak – balik hingga matang dan harum. 
Alhamdulillaah...kali ini si daging ayam betul2 ludes tak bersisa setelah diubah "casingnya" dari ayam suwir menjadi Sate Lilit Ayam

Rabu, 31 Agustus 2011

Selamat Idul Fitri 1432 H

DapurCalista mengucapkan :




"Selamat menikmati kebersamaan bersama keluarga tercinta. Semoga Allah SWT memberi berkahNYA untuk kita semua....aamiin...... Terimakasih telah mengunjungi DapurCalista :)"

Minggu, 28 Agustus 2011

Soto Bandung

Resep soto bandung ini kudapat dari detikfood.com.  Jika pada versi asli menggunakan daging tetelan sapi, aku gunakan daging sengkel sebagai pengganti tetelan karena kebetulan daging tersebut yang tersedia di lemari es, tambahan lagi, bagian sengkel lebih sedikit lemaknya bila dibanding tetelan jadi gak terlalu ngerasa 'berdosa' deh untuk menyantapnya....hehehe......#lebay
 
SOTO BANDUNG
(Sumber resep asal : detikfood.com. Silakan klik disini untuk membaca resep aslinya)

Bahan :
  • 500 gr daging sapi bagian sengkel, rebus hingga lunak, potong2 (versi asli menggunakan daging tetelan sapi)
  • 2 liter air
  • 2 sdm minyak sayur
  • 8 siung bawang merah, haluskan
  • 4 siung bawang putih, haluskan
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, memarkan2 cm laos, memarkan
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 200 gr lobak, kupas, iris tipis
Pelengkap :
  • 2 sdm kedelai goreng
  • 2 sdm bawang merah goreng
  • 1 sdm kucai, iris
Cara Membuat  :
  • Rebus daging hingga empuk. Angkat dan ukur kaldunya kurleb 1.5 liter. Potong2 dagingnya. Masukkan kembali ke dalam kaldu.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih halus hingga harum. Angkat.
  • Masukkan ke panci. Tambahkan daun salam, serai, laos dan jahe.
  • Rebus hingga mendidih dan meresap bumbunya
  • Tambahkan lobak. Didihkan kembali hingga layu. Angkat.
  • Sajikan panas bersama pelengkap.


Versiku kelihatan kurang semarak ya ? hehehe...semestinya ada tambahan warna hijau dari irisan kucai atau daun bawang. Naaah,  kok ya aku lupa beli kucai dan tak ada sebatangpun daun bawang bersisa di kulkas. Tukang sayur pun ditungguin udah ga nongol2 lagi.......... Well, the show must go on, walopun tanpa si kucai maricai ataupun daun bawang. So, seperti itu deh hasilnya ;)
Tapi, alhamdulillaah resep ini pas juga dengan selera keluarga, terutama sekali Papaku yang memang penyuka hidangan berkuah bening. "Suegerr!" katanya....... ;)