Jumat, 02 September 2011

Soto Ayam Kampung & Sate Lilit Ayam


Setelah beberapa hari bertemu dengan hidangan berkuah santan, saatnya menyajikan hidangan berkuah bening. Kebetulan masih ada sisa sedikit ayam di kulkas, menu yang pertama terlintas adalah : Soto Ayam. 

Pengalaman membuktikan, beberapa kali menyajikan soto ayam dengan daging ayam yang disuwir – suwir, selalu menyisakan suwiran daging ayam yang tidak habis dimakan. #sighs

#Tik tok tik tok…….berpikir & berpikir

Akhirnya, ketika bongkar – bongkar tumpukan tabloid edisi jaman baheula, aku menemukan resep “Sate Lilit Ayam”. Sate yang berbahan dasar daging ayam cincang ditambahkan sedikit udang cincang. AHA! Kenapa ngga si ayam suwir diubah tampilannya jadi “Sate Lilit Ayam” ? Semoga aja bisa jadi ludes disantap……Hmmm… Tapi, kira2 nyambung ngga ya kalo dijodohin sama Soto Ayam ? udah pede aja deh…hehehe….apapun klo udah tersaji di meja makan, asal enak pasti ludes….insya allah ;)

Berikut aku share 2 resep. Untuk resep pertama yaitu Soto Ayam Kampung, sudah pernah aku posting sebelumnya. Tapi tak apa kini aku posting ulang. 

SOTO AYAM KAMPUNG
(Sumber :  buku 250 Resep Sedap untuk Hari Istimewa, Penerbit : Great!Kitchen)

Bahan :
  • ½ ekor ayam kampong, cuci bersih
  • Air secukupnya untuk kuah (kira2 1.5 liter)
  • 2 sdm minyak untuk menumis

Kuah :
  • 4 cm kunyit, bakar, memarkan
  • 3 cm jahe, memarkan
  • 2 batang serai, memarkan
  • Garam, secukupnya
  • Merica, secukupnya
  • 3 lembar daun jeruk
Bumbu Halus :
  • 6 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar, kusangrai dulu
  • 5 butir kemiri, kusangrai dulu
  • ½ sdt jinten, kusangrai dulu
Pelengkap :
  • 4 butir telur ayam, rebus, kupas, belah 2
  • 2 genggam taoge, seduh air panas
  • 4 sdm daun bawang & seledri irisan
  • 4 sdm bawang goreng
  • Sambal dan jeruk nipis secukupnya
Cara Membuat :
  • Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. Lalu masukkan ayam, tuangi air. Masukkan jahe, kunyit, serai, garam, merica, dan daun jeruk purut. Masak hingga ayam empuk dan keluar kaldunya. Angkat ayam, potong kecil2 ( sebagian dagingnya aku gunakan untuk membuat Sate Lilit Ayam)
  • Taruh ayam ke dalam mangkuk. Beri kuah, telur rebus, dan taoge. Sajikan dengan taburan daun bawang, seledri, bawang goreng, sambal dan perasan air jeruk nipis.

SATE LILIT AYAM
(Sumber : Tabloid Saji, edisi 188/ Th. VII/ 18 – 24 Agustus 2010)

Bahan :
  • 200 gr ayam giling
  • 100 gr udang giling
  • 2 tangkai kucai, potong ½ cm (aku pakai daun bawang)
  • 1 sdm santan kental
  • Garam, secukupnya
  • Gula pasir, secukupnya
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • Tusuk sate (atau bisa gunakan batang serai)
Bumbu Halus :
  • 3 buah cabai merah keriting
  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 1 cm kunyit, bakar
  • 1 butir kemiri, sangrai dulu
  • ¼ sdt ketumbar, sangrai dulu
  • ½ sdt terasi, bakar
Cara Membuat :  
  • Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum. Angkat.
  • Campur ayam giling, udang giling, kucai / daun bawang, santan kental, garam, gula dan tumisan bumbu halus. Aduk rata.
  • Ambil sedikit campuran ayam. Buat pentul di tusuk sate atau batang serai sambil dipadatkan.
  • Bakar sambil dibolak – balik hingga matang dan harum. 
Alhamdulillaah...kali ini si daging ayam betul2 ludes tak bersisa setelah diubah "casingnya" dari ayam suwir menjadi Sate Lilit Ayam

Tidak ada komentar: